Kebutuhan Likuiditas Lebaran, Capai Rp 23 Triliun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kebutuhan Likuiditas Lebaran, Capai Rp 23 Triliun

SURABAYA – Bank Indonesia (BI) mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko  meningkatnya peredaran uang palsu. Setiap tahun, kebutuhan likuiditas menjelang Ramadan dan Idul Fitri memang selalu meningkat.

Hal itu mendorong masyarakat untuk mengadakan bisnis penukaran uang di luar bank.

’’Kami perang dengan uang yang banyak ditawarkan orang di pinggir jalan. Daripada ada risiko uang palsu atau jumlah uangnya tidak sesuai dengan yang ditukarkan, lebih aman tukar saja di bank, BI, atau mobil kas keliling milik bank,’’ kata Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur (Jatim) Syarifuddin Bassara.

Menurut dia, edukasi tentang uang asli sangat penting. Tujuannya, masyarakat tidak tertipu dengan jasa penukaran uang yang tidak resmi. BI sendiri, kata pria yang kerap disapa Uddin tersebut, selalu menjaga agar uang yang dikeluarkan tidak mudah ditiru secara ilegal.

Setiap lima tahun, BI membuat perubahan pada fisik uang terutama uang kertas. ’’Perubahan itu sangat detail untuk keamanan. Jadi, tingkat kesulitannya ditambah biar makin sulit ditiru,’’ lanjutnya.

Sejak awal Januari hingga 24 Mei 2016, uang palsu yang dilaporkan perbankan dan masyarakat kepada BI Jatim mencapai 6.133 lembar. Jumlah tersebut terdiri atas 3.768 pecahan uang Rp 100 ribu; 1.877 pecahan Rp 50 ribu; 672 pecahan Rp 20 ribu; 97 pecahan Rp 10 ribu; serta 10 pecahan Rp 5 ribu. Sementara itu, uang palsu yang dilaporkan tahun lalu tercatat 14.608 lembar.

Selain mengedukasi tentang keaslian uang, BI juga membantu masyarakat yang ingin menukarkan uang untuk kebutuhan Idul Fitri. BI memprediksi kebutuhan likuiditas pada Idul Fitri tahun ini mencapai Rp 23,5 triliun.

’’Jumlah tersebut naik 23,7 persen dari realisasi pada tahun lalu yang hanya Rp 19,03 triliun,’’ tambah Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Benny Siswanto. (rin)

loading...
Click to comment
To Top