Syukurlah.. Kesatuan Pelaut Indonesia Jamin Keamanan Pekerja Indonesia di Lua Negeri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Syukurlah.. Kesatuan Pelaut Indonesia Jamin Keamanan Pekerja Indonesia di Lua Negeri

kapal

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) menjamin perlindungan dan kesejahteraan pelaut  di luar negeri selama mereka bekerja di perusahaan yang memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau CBA (Collection Bargaining Agreement) yang diteken KPI dengan perusahaan pelayaran atau operator kapal dan disahkan Ditjen Perhubungan Laut.

Selain mengatur gaji standar internasional, CBA memberi kepastian perlindungan kepada pelaut, terutama menghadapi masalah dengan pemilik atau operator kapal, termasuk pengurusan asuransi bila pelaut mengalami kecelakaan atau meninggal dunia di kapal.

“Banyak pelaut yang menghadapi kasus di luar negeri dan mengaku anggota KPI. Tapi setelah dicek ternyata bukan anggota dan tidak memiliki CBA. Sehingga KPI sulit dan tidak  bisa menyelesaikan kasus itu karena mereka tidak memiliki CBA,” kata Penasehat KPI Hanafi Rustandi di Jakarta, Minggu (5/6).

Jaminan KPI ini, kata Hanafi, juga mendapat dukungan Federasi Pekerja Transport Internasional atau ITF (International Transport workers’ Feredaration), karena KPI merupakan satu-satunya organisasi pelaut di Indonesia yang berafiliasi dengan ITF. Bila anggota KPI menghadapi kesulitan di luar negeri akan dibantu  inspektur ITF atau Serikat Pekerja afiliasi ITF setempat.  Di seluruh negara, ITF siap membantu anggotanya yang mengalami kesulitan.

“Sehingga pelaut anggota KPI selalu terjamin kesejahteraan dan perlindungannya,” terangnya.

Dengan berafiliasi ke ITF, KPI diijinkan menempatkan pelaut bekerja di kapal-kapal berbendera kemudahan atau FOC (Flag of Convenience), seperti Panama, Bahama, Cyprus, Liberia, dan lainnya. Setiap pelaut anggota KPI di kapal FOC harus membuat perjanjian kerja laut secara perorangan (seafarer employment agreement) sesuai CBA standar ITF.

“Hampir semua pelaut anggota KPI bekerja di kapal-kapal FOC, tapi banyak juga yang bekerja di kapal-kapal berbendera Amerika, Italia, Belanda dan lainnya,” pungkasnya. [sam

loading...
Click to comment
To Top