WOW! Jelang Ramadhan, Daging Kuda Dominan di Pasar Jeneponto – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

WOW! Jelang Ramadhan, Daging Kuda Dominan di Pasar Jeneponto

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO, — Pasar Induk Turatea menjadi satu-satunya pasar di Sulsel atau mungkin di seluruh Indonesia yang menjajakan daging kuda. Daging kuda memang menjadi makanan favorit masyarakat Jeneponto dan sejauh ini tidak ada aturan terkait pembatasan penjualan daging kuda untuk konsumsi masyarakat.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar bahkan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di wilayah kerjanya. Salah satu yang disidak, yakni Pasar Induk Turatea. Di pasar ini, Iksan menemukan maraknya penjualan daging kuda, bahkan mendominasi pedagang daging hewan lainnya.

“Mungkin hanya pasar ini yang satu-satunya menjual daging kuda di Indonesia. Penjual daging kuda lebih mendominasi. Sementara daging sapi dan kambing jarang kita temui. Adapun daging selain kuda, hanya daging unggas,” ujar Iksan kepada wartawan di sela-sela sidaknya, Jumat (3/6). 

Iksan juga menyempatkan berdialog dengan para pedagang daging kuda. Adapun sidak, kata Iksan, tak hanya meninjau harga bahan pokok jelang Ramadan, namun untuk memastikan daging yang dijual tidak terkontaminasi dengan daging celeng (babi, red).

“Kita pastikan di pasar ini tidak ada daging gelondongan yang dicampur dengan daging celeng,” tegas Iksan.
Selah seorang pedagang daging kuda, H Taming mengaku sejauh ini harga daging kuda masih stabil dikisaran Rp90 ribu per kg. “Belum naik karaeng, masih stabil,” ujar H taming.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Tambang Mineral (Disperindag Tamben) Kabupaten Takalar, Sofyan Sagaf menambahkan, sejak pantauan yang dilakukan pihaknya pada minggu ke empat sebelum Ramadan, harga kebutuhan pokok di seluruh pasar tradisional di Jeneponto terbilang masih stabil.

“Kita mulai pantau sejak 23 April sampai 3 Mei ini, dan harga masih stabil. Adapun yang mengalami kenaikan, yakni gula pasir super dari Rp13.500 naik menjadi Rp14 ribu, tepung terigu cap kompas dari Rp7 ribu naik menjadi Rp8 ribu, cabe merah keriting dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu,” jelas Sofyan Sagaf.

Guna mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, pihaknya juga berencana membuka pasar murah pada 5 Juni 2016 atau satu hari jelang Ramadhan yang jatuh, Senin 6 Juni 2016. “Pasar murah akan kita bagi beberapa zona atau di 11 kecanatan se Jeneponto,” tutupnya. (krk-ril/Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top