Kasihan.. Ibunda Histeris saat Jaksa Perlihatkan Cangkul yang Dipakai Tusuk Eno Parinah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Kasihan.. Ibunda Histeris saat Jaksa Perlihatkan Cangkul yang Dipakai Tusuk Eno Parinah

FAJAR.CO.ID, BANTEN – Sidang kasus pembunuhan Eno Parinah, karyawati pabrik plastik yang dibunuh dengan menusukkan cangkul ke dalam kemaluannya hingga tembus dada, digelar tertutup di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Selasa (7/6/2016).

Dalam persidangan tersebut, jaksa memperlihatkan barang bukti berupa cangkul yang digunakan pelaku untuk membunuh Eno Parinah.

Melihat cangkul maut tersebut, ibunda Eno Parinah, Mahpudoh yang duduk di kursi pengunjung bersama suami dan anaknya, langsung menangis histeris.

Suasana sidang pun langsung berubah. Tangisan Mahpudoh terdengar sampai ke luar ruang sidang. Mahpudoh ahirnya dipapah keluar dari ruang sidang.

Sementara di luar ruangan sidang, ratusan keluarga, teman, dan warga yang peduli dengan kasus Enno Parihah melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut agar para pelaku dihukum mati.

“Hukum mati, kami tidak rela jika pelaku tidak dihukum mati, laknat kalian semua!” teriak para pendemo.

Para pendemo terlihat membawa poster foto-foto tiga tersangka. Poster itu bertuliskan ‘Hukum Mati! TITIK!’. Ada pula yang bertuliskan ‘Wanted’ disertai foto-foto tersangka yang berdarah-darah.

“Kami tidak terima keluarga kami mati dengan keadaan seperti itu,” teriak warga lainnya.

Sidang pembunuhan sadis Eno Parinah dipimpin oleh hakim RA Suharni, Tuty Haryati, dan Ely Nuryasmin. Sementara Kejaksaan Negeri Tangerang menyiapkan empat Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdiri atas M Ikbal Hadjarati, Taufik Hidayat, Agus Kurniawan, dan Putri Wulan Wigati.

Seperti diketahui, Eno Parinah dibunuh tiga tersangka setelah diperkosa di kamar Mess PT Polyta Global Mandiri (PGM), Kelurahan Dadap, Kecamatan  Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis malam (12/5/2016). Jenazah Eno Parinah baru ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Jumat 13 Mei 2016. (one/pjk1/fjr)

Click to comment
To Top