KPK Bakal Jemput Paksa Empat Polisi Ajudan Sekretaris MA – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

KPK Bakal Jemput Paksa Empat Polisi Ajudan Sekretaris MA

Juru Bicara KPK, Yuyuk Andriati

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  akan melakukan penjemputan paksa terhadap empat anggota kepolisian yang bertugas sebagai  ajudan Sekretaris MA Nurhadi. Langkah ini ditempuh karena keempatnya kembali  mangkir untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri dalam melayangkan panggilan ketiga untuk para ajudan Nurhadi itu. Mereka adalah Brigadir Ari Kuswanto, Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugrono, dan lpda Andi Yulianto.

“Karena di panggilan kedua, keempatnya tidak datang, maka untuk pemanggilan berikutnya  (ketiga-red) akan disertai dengan penjemputan paksa,” kata Yuyuk dalam keterangan pers di KPK, Jakarta, Selasa (7/6). 

Yuyuk menegaskan bahwa penjemputan paksa  akan dilakukan karena keempatnya tetap mangkir  memenuhi panggilan tanpa keterangan. Padahal, KPK telah mengirimkan surat panggilan tersebut dengan bantuan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Menurut dia, penyidik menduga empat polisi tersebut mengetahui hubungan antara Nurhadi dan tersangka perantara suap dalam kasus ini,  yaitu Dody Ariyanto Supeno.  Penyidik juga akan menggali peran Nurhadi dalam kasus suap yang telah menjerat Panitera/Sekretaris PN Jakpus Edy Nasution itu. 

“Hal-hal yang terkait dengan kondisi Nurhadi dan apa yang dilakukan oleh dia terkait dengan kasus ini,” jelas Yuyuk.

KPK memang mengendus dugaan keterlibatan Nurhadi dalam kasus dugaan suap pengajuan PK di PN Jakpus. Terkait hal itu, komisi antirasuah ini telah mencegah Nurhadi bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. 

Penyidik juga telah menggeledah rumah Nurhadi dan berhasil menyita uang sebesar Rp 1,7 miliar. KPK menduga uang itu ada kaitan dengan perkara yang ditangani Nurhadi selaku sekretaris MA.

Belakangan, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap telah menyerahkan Laporan Hasil Analisa transaksi keuangan Nurhadi kepada KPK. PPATK diketahui juga pernah menyerahkan laporan terkait transaksi mencurigakan milik Tin Zuraida ke Kejaksaan Agung pada 2010 lalu. (put/jpg)‎

loading...
Click to comment
To Top