Loh..! Dana Bantuan Siswa Miskin SD di Maros Dipangkas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Loh..! Dana Bantuan Siswa Miskin SD di Maros Dipangkas

FAJAR.CO.ID, MAROS, — Sejumlah Orang Tua siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) 194, Sossoe, Desa Pabbentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros mengeluhkan adanya pemotongan sebesar Rp60 ribu untuk dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDI 194 Sossoe.

Salah satu warga Sossoe, Rahman yang mewakili orang tua siswa mengaku, harusnya siswa menerima Rp225 ribu tetapi, sekolah memotong Rp60 ribu dengan alasan pengurusan dan transportasi.

“Katanya Rp60 ribu itu dipotong untuk biaya transportasi, foto copy ijazah, dan materai Rp10 ribu sehingga yang diterima siswa hanya Rp165 ribu,” keluhnya.

Beberapa orang tua siswa yang tahun sebelumnya mendapat BSM, tahun ini tidak lagi, padahal Program yang saat ini bernama Program Indonesia Pintar dengan menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan lanjutan dari BSM.

Sebelumnya, dana dari pusat ini juga dicairkan siswa penerima di Bank yang ditunjuk namun tahun ini pihak Bank sendiri yang langsung mengantarkan ke sekolah.

“Ini kenapa pihak Bank yang datang ke sekolah, kemudian dana itu diserahkan melalui pihak sekolah setelah dipotong sebesar Rp60 ribu. Mungkin bagi orang lain dana ini kecil tapi bagi kami sangat berharga,” bebernya.

Dimintai tanggapan soal keluahan ini, Kepala Sekolah SDI 194 Sossoe, Hj Asmawati mengakui adanya pemotongan tersebut. Menurutnya, pemotongan dilakukan berdasarkan kesepakatan orang tua murid dengan pihak komite sekolah saat digelar rapat bulan Maret lalu.

Ia beralasan pemotongan tersebut tidak hanya dilakukan di SD yang dipimpinnya akan tetapi seluruh SD di Kabupaten Maros juga melakukan pemotongan sesuai kesepakatan.

“Itu bukan pemotongan tetapi untuk pengurusan naik turun (ke bank red.). Kami butuh transport mengurus naik turun foto copy, materai kami yang belikan,” jelas Asmawati didepan para orangtua murid di ruang Kepsek, Jumat (3/6) lalu.

Lanjutnya, terkait uang materai yang di bulatkn hingga harga Rp10 ribu ia mengaku menggunakan sisanya untuk uang terima kasih kepada pihak bank yang jauh – jauh membawa uang tersebut.

“Namanya bisnis semua orang mau untung. Kita tau orang bank jauh-jauh bawakan kita kasi uang rokok,” tukasnya.

Sedangkan salah satu orang tua siswa Lina yang memiliki anak kelas 1 di SD ini mengakui pemotongan ini. Pihaknya setuju saat rapat dilakukan pemotongan dengan alasan mereka melakukan pengurusan bolak balik ke Dinas dan Bank.

Diketahui dari 44 siswa pemegang KIP, hanya 35 siswa yang menerima di SD 194 dengan alasan persyaratan lengkap. Dari 35 siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 hingga 6 ini harusnya menerima bantuan sebesar Rp225 ribu per tahun. (ari-ril/Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top