Pak JK Optimis Rel KA di Sulsel akan Selesai Tepat Waktu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pak JK Optimis Rel KA di Sulsel akan Selesai Tepat Waktu

FAJAR.CO.ID, BARRU,  — Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla, Minggu (5/6) melakukan peninjauan pembangunan jalur kereta api (KA) di Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau. Pesawat helikopter yang ditumpangi Wapres bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mendarat di Lapangan Sepakbola Pekkae. Rombongan disambut langsung Bupati Barru, Andi Idris Syukur.

Mantan Ketua DPP Partai Golkar ini, menyatakan pemerintah pusat berharap pembangunan jalur rel KA ini bisa selesai tepat waktu. ”Meski proses turunnya anggaran membutuhkan waktu lama, namun kita optimis ada kesesuaian antara anggaran yang dibutuhkan dari pembangunan jalur transportasi pertama di Sulsel ini,” kata JK.

Harapan serupa diungkapkan Bupati Barru, Andi Idris Syukur yang berkesempatan menumpangi lokomotif kerja dengan menggunakan rel KA. Usai menerima Wapres, Idris sangat optimis dengan progres pembangunan yang tengah berlangsung saat ini.

“Karena kehadiran transportasi kereta api di Barru merupakan peradaban baru,” ujar Idris.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembang Perkeretaapian Wilayah Sulsel, Henry Hidayat melaporkan dihadapan Wapres, bahwa dari alokasi anggaran DIPA sebesar Rp270 miliar, mengalami pengurangan sebesar Rp70 miliar. Kendati begitu, tahun ini akan diselesaikan tiga jembatan dan satu underpass.

”Kami berharap anggaran 2017 bisa terpenuhi, agar pembangunan jalur KA bisa berjalan sesuai harapan. Tahun ini kita usulkan anggaran Rp1,4 triliun untuk menyelesaikan jalur KA sepanjang 25 km dan jembatan di Kupa. Progres 2015 sudah rampung 14,1 km. Kini perbatasan Barru-Pangkep sampai ke Siawung sudah selesai. Tahap kedua pengadaan lahan rute Barru-Parepare sepanjang 51,5 km, dan tahap ketiga Barru-Makassar sepanjang 76,2 km,” beber Henry.

”Saat ini kita mulai mempersiapkan pembangunan jembatan. Mungkin selesai lebaran dilakukan. Menunggu revisi anggaran terlebih dahulu,” tambah Henry. dilansir BKM (Fajar Group) Hari Ini.

Di sela-sela ujicoba track kereta api di PekkaE, Kabupaten Barru, Jumat (3/6) lalu, Henry mengakui, saat ini pihaknya memang terkendala anggaran dan pembebasan lahan. Namun dia optimistis kehadiran moda transportasi tersebut di Sulawesi Selatan bisa terlaksana.

Karena persoalan anggaran, untuk menyelesaikan proyek ini, Kementerian Perhubungan menyiapkan tiga alternatif pembiayaan. Diantaranya, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menggandeng pihak ketiga untuk berinvestasi atau pinjaman luar negeri, serta menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Namun, saat ini, yang sudah pasti, kereta api akan mendapat suntikan dana sebesar Rp1,4 trilun dari SBSN. Sementara dari pihak ketiga, sudah ada investor yang melirik dari Tiongkok. Malah Tiongkok menawarkan investasi sebesar Rp40 triliun. Sementara Kementerian Perhubungan mengusulkan untuk APBN sebesar Rp7,9 triliun.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang sangat berharap kereta api Sulsel bisa rampung tepat waktu, walaupun sejumlah kendala menghadang. “Sejauh ini, pembebasan lahan Parepare sudah jalan,” kata Agus.

Sesuai agenda, kereta api trayek Makassar-Parepare diharapkan bisa rampung tahun 2019 mendatang. Sejauh ini, lahan yang sudah dibebaskan untuk kereta api 30 km. Untuk pembebasan lahan arah ke Parepare dibutuhkan anggaran sebesar Rp700 miliar. Itu belum termasuk pembebasan lahan arah ke Maros dan Makassar. (udi-rhm/rus/bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top