Tak Punya Uang, Suami Jadi Tersangka, Istri Surati Jokowi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Tak Punya Uang, Suami Jadi Tersangka, Istri Surati Jokowi

Lagi, Polisi Ringkus Bandar Sabu di Wajo

FAJAR.CO.ID, MANADO – Asti Irna Makarewa, seorang ibu rumah tangga di Kota Manado terpaksa mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukannya karena kecewa dengan institusi kepolisian yang menangani kasus suaminya, Levi Pinontoan, karyawan PT Surya Mustika yang terjadi sejak akhir 2015 itu.

Levi dituding pihak perusahaan yang berafiliasi bisnis rokok telah menggelapkan uang perusahaan. Asti sang istri merasa ada yang janggal dengan kasus yang dituduhkan kepada suaminya tersebut.

Dilansir dari Manado Post (Fajar Group), diungkapkan Asti bahwa sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pihak penyidik dari Polresta Manado sempat memintakan sejumlah uang agar suaminya tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Lantaran tak punya uang, Asti kemudian menolak permintaan penyidik tersebut. “Gara-gara tidak punya uang, suami saya kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” jelas Asti saat menyambangi Manado Post, Minggu (5/6).

Anehnya menurut Asti, suaminya ditahan tanpa surat penahaanan resmi. Ia merasa suaminya telah dikriminalisasi penyidik Polresta Manado.

Ia menceritakan, panggilan pertama Levi hanya diperiksa sebagai saksi. Kemudian diputuskan menjadi korban. Pada Februari 2016, penyidik menginformasikan, bahwa Levi akan dipanggil lagi untuk diperiksa. Lanjut Asti, polisi meminta uang puluhan juta, agar kasus ini akan dihentikan.

Kemudian polisi akan mengusut tersangka lain, yakni Direktur Utama PT Surya Mustika  Indro Budiono. Permintaan itu tidak dipenuhi Asti. Buntutnya, tanpa surat penahanan, Levi sudah ditahan Polresta Manado dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Merasa patah arang, Asti kemudian menyurati Presiden Jokowi. “Saya meminta keadilan dari bapak presiden Joko Widodo, dimana suami saya sudah dituduh dan dikriminalisasi dalam kasus penggelapan uang perusahaan. Benar suami saya yang mencairkan uang itu karena dia sebagai bagian keuangan. Namun atas perintah Indro Budiono, dan uang itu diserahkan kepada bapak Indro,” ungkapnya.

Sayangnya, dari Polresta Manado belum bersedia memberi keterangan mengenai aduan istri Levi. Upaya konfirmasi melalui SMS dan telepon ke Kasatreskrim Saiful Wachid belum dijawab.

Diketahui kasus ini begulir sejak Desember 2015 lalu. Levi Pinontoan dituduh melakukan penggelapan uang perusahaan sebanyak Rp560 juta. Beberapa bulan kemudian ia ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal menurut informasi resmi kasus ini P-19 dari Kejari Manado. Dalam penyidikan Kejaksaan Negeri Manado (Kejari) Levi Pinontoan hanya sebagai korban, ia tidak menikmati uang tersebut. (fjr/kim/sad/JPG)

loading...
Click to comment
To Top