Alhamdulillah, Jumlah Mualaf Terus Meningkat… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Alhamdulillah, Jumlah Mualaf Terus Meningkat…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mualaf Center Indonesia (MCI) menyebutkan saat ini ada peningkatan signifikan dari jumlah mualaf di Indonesia. Belakangan jumlah itu meningkat dengan alasan menikah. Bahkan banyak dilakoni sejumlah orang yang notabene  public figure di Indonesia.

Data yang masuk ke MCI, menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi mualaf baru di kota-kota besar. Seperti Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Diperkirakan terjadi peningkatan sebanyak 3 kali dari jumlah rata-rata mualaf baru dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bogor tidak termasuk dalam tiga teratas itu.

Diungkap Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Mukri Aji, memang tidak ada data jumlah keseluruhan dari Kementerian Agama, digabungkan dengan Kantor Urusan Agama (KUA) per-Kecamatan. Hanya saja, yang ia tahu, bahwa data selama ini tidak meningkat tapi juga tidak menurun.

“Yang saya tahu, stabil angkanya, tidak meningkat karena memang kami tidak dengan sembarang menyetujui seseorang yang ingin masuk Islam. Dalam arti tidak sembarangan, karena alasan menikah saja atau ingin mendapatkan warisan,” ungkapnya kepada Radar Bogor (Grup Fajar).

Menurutnya, harus ada alasan khusus yang masuk akal. Termasuk kesungguhan masuk dan memeluk agama Islam dengan serius. “Kami berikan penjelasan juga bagaimana dia harus mengerti ajaran islam, menjalankan kewajiban islam lima waktu, bukan yang masuk islam tapi tidak menjalankan kewajiban islam,” tegas Mukri.

Mereka yang mualaf, lanjutnya, selalu dirangkul dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masing-masing tempat tinggal. Di situ akan dibimbing pengertian Islam dan aturan-aturannya. “Itu biasanya dilakukan setelah salat Jumat, selalu diberikan pengarahan atau sharing-lah,” katanya.

Untuk Kota Bogor, dari data yang dirangkum dinas setempat pada 2014, ada sebanyak sembilan orang mualaf yang terdata. Kemudian pada 2015 sebanyak 11 mualaf. Sementara itu, pada 2016 hingga saat ini, ada delapan mualaf.

“Belum lagi dari data KUA masing-masing kecamatan, untuk yang di Kemenang, memang tidak ada data alasan mereka masuk islam, tapi relatif lebih banyak karena keyakinan, bukan karena menikah,” ungkap Kepala Seksi Bimas Islam Sufyan Suri. (pojoksatu/flo/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top