Istri Ditilang, Ajudan Walikota Perintahkan Tahan Gaji Tenaga Honorer – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Istri Ditilang, Ajudan Walikota Perintahkan Tahan Gaji Tenaga Honorer

FAJAR.CO.ID, BENGKULU – Dorisman Junaedi (46), tenaga honorer yang bertugas di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu yang tidak menerima gaji selama lima bulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menduga ada pihak tertentu yang sengaja menahan gajinya sebagai tenaga honorer.

Dia mensinyalir atas perintah dari ajudan Walikota Bengkulu berinisial Hr. Dugaan itu timbul saat Junaedi tidak mendapatkan SPT dan gaji.

Lantas dia mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bengkulu dan menemui Kepala Bidang Mutasi mempertanyakan SPT. Namun alasan yang diterima pun tidak mengenakkan.

“Ketika saya tanya, alasannya pun tidak jelas. Saya dengar dia menelpon ajudan walikota itu sengaja menahan SPT saya. Sebab kalau saya dipecat, harusnya ada surat peringatan 1, 2 dan 3,” ungkap Junaedi dilansir dari Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group), Rabu (8/6).

Dia mengaku sejauh ini tidak pernah mendapatkan surat peringatan (SP) dari Diskominfo maupun BKD. Pria yang kini tengah digugat cerai oleh istrinya itu juga telah mengadu ke walikota dan Sekda untuk menanyakan terkait SPT dirinya yang ditahan. Dari pertemuan itu walikota mengaku tidak ada memerintahkan untuk menahan SPT siapapun.

“Pak walikota malah memerintahkan ambil SPT itu. Karena tidak ada perintah penahanan SPT. Namun sampai sekarang SPT itu masih juga ditahan. Makanya saya tidak tahu lagi harus mengadu kemana. Sementara saya dengan istri sudah pisah, anak saya juga sekolahnya kasian banyak tunggakan,” tambah Junaedi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi mengatakan, pihaknya banyak mendapat laporan dari honorer. Laporan itu  tentang pemutusan kontrak kerja dan pembayaran gaji yang tertunggak beberapa bulan.

“Saya sudah disposisi agar komisi II secepatnya mengatur jadwal untuk pemanggilan Dishub. Laporan yang diterima sudah banyak sekali. Apalagi ini menyangkut hak orang, segera ditindak cepat,” tegas Erna.

Sebagaimana berita sebelumnya, Junaedi hingga kini belum juga menerima gaji selama lima bulan. Bahkan akibat tidak menerima gaji itu rumahnya jadi retak.

Sang istri malah menuduhnya berfoya-foya ke kafe sehingga tidak lagi menyetorkan gaji kepada keluarga. Akibatnya kini sang istri telah menggugat cerai Junaedi ke Pengadilan Agama setempat. Tenaga honorer itu telah pisah rumah dengan istri. Tidak hanya itu kondisi itu membuat uang sekolah anaknya juga menunggak beberapa bulan.

Dia menduga tidak menerima gaji ini akibat perintah dari ajudan Walikota Bengkulu berinisial Hr.

Ajudan tersebut kesal, karena istrinya ditilang polisi. Sementara di lokasi penilangan, tepatnya di belakang Kantor RRI Padang Jati itu, ada Junaedi bersama rekannya sedang bertugas. Tapi Junaedi membiarkan sang istri ajudan ditilang oleh polisi. (new/iil/JPG)

Click to comment
To Top