Kasihan, Lima Bulan Belum Gajian, Eh Digugat Cerai Istri Lagi… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Kasihan, Lima Bulan Belum Gajian, Eh Digugat Cerai Istri Lagi…

FAJAR.CO.ID, BENGKULU – Tenaga honorer yang bertugas di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu hidupnya penuh dengan kemirisan. Betapa tidak, sudah lima bulan tidak terima gaji, kini rumah tangganya di ujung tanduk, karena sang istri menggugat cerai.

Dorisman Junaedi (46), misalnya. Salah seorang tenaga honorer Dishubkominfo ini mengaku sejak Januari hingga Mei 2016 dirinya belum juga menerima gaji. Tidak adanya gaji yang disetorkan ke istri membuat sang istri menggugat dia ke pengadilan agama karena dicurigai menghabiskan gaji di kafe. Tuduhan itu membuat dirinya terpukul.

“Saya sering ribut di rumah. Istri saja tidak percaya belum terima gaji,” ungkap Junaedi saat mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Kota Bengkulu yang dilansir Rakyat Bengkulu (Fajar Group), Rabu (8/6).

Selain sering ribut di rumah, dampak lain terima gajinya tenaga honorer ini membuat uang sekolah anakya juga menunggak.

Dia menduga tidak menerima gaji ini akibat perintah dari ajudan Walikota Bengkulu berinisial Hr. Ajudan tersebut kesal, karena istrinya ditilang polisi. Sementara di lokasi penilangan, tepatnya di belakang Kantor RRI Padang Jati itu, ada Junaedi bersama rekannya sedang bertugas. Tapi Junaedi membiarkan sang istri ajudan ditilang oleh polisi.

“Saya waktu itu baru tahu kalau dia (istri ajudan walikota) ketika teman saya bilang,” ujar dia mengenang.

Berselang beberapa menit setelah penilangan itu, datanglah mobil Innova warna putih bernomor polisi BD 1 A. Dari mobil itu keluar ajudan walikota yang dimaksud. Sang ajudan itu menanyakan kepada Junaedi dan tenaga honorer Dishubkompinfo lainya tentang masalah penilangan itu. Lantas sang ajudan itu marah.

“Sejak kejadian itu, saat pembagian gaji rapel pada awal April lalu, barulah saya tahu kalau SPT dan gaji saya belum keluar,” cerita Junaedi dengan air mata berkaca-kaca di hadapan anggota DPRD Kota Bengkulu.

Imran Hanafi, salah seorang anggota DPRD Kota Bengkulu yang menerima kedatangan Junaedi mengatakan akan menyelesaikan masalah tersebut. Pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

kami akan bantu cari jalan keluarnya. Kita juga tidak bisa menuding penyebab SPT bapak ditahan karena ditahan oleh siapa juga. Tapi yang jelas kita akan panggil dulu beberapa pihak terkait lainnya,” jelas Imran Hanafi. (new/iil/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top