Lihat Anak-anak Main di Kuburan, Wakil Gubernur Jakarta Ngomong Begini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Lihat Anak-anak Main di Kuburan, Wakil Gubernur Jakarta Ngomong Begini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Seusai berbuka puasa dan salat bersama di Masjid Al-Falah, RT 007 RW 005 Gang 8 Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melihat anak-anak Menteng Atas yang masih bermain di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mentang Atas. Padahal, waktu itu sudah menunjukkan pukul 19.00 Wib.

“Disini memang belum ada tempat bermain yang sehat. Coba lihat tuh, masak anak-anak jam segini masih main di atas kuburan. Kita akan bikin betul RPTRA disini,” kata Djarot, Selasa (7/6).

Letak Masjid Al-Falah berada di tengah-tengah lokasi TPU Menteng Atas. Selain masjid, masih banyak pemukimam warga yang memadati TPU tersebut. Dan puluhan anak-anak masih bermain-main di kawasan kuburan seusai salat dan menunggu salat tarawih di masjid tersebut.

Mereka melihat kedatangan dan kepergian Djarot dari kawasan masjid tempat mereka sehari-hari melakukan ibadah salat dan belajar Alquran.

Prihatin dengan kondisi anak-anak yang tidak punya taman bermain yang layak, Djarot sempat bertanya kepada tokoh masyarakat sekitar untuk mengetahui lahan kosong yang dapat dibeli Pemprov DKI untuk dijadikan RPTRA dan Taman Pendidikan Alquran (TPA).

Dari informasi yang didapat dari warga, ada dua lahan kosong yang siap dibebaskan. Satu lahan seluas 100 meter untuk TPA terletak di samping masjid dan lahan seluas 900 meter di sekitar Menteng Atas.

“Untuk lahan TPA, its ok. Tapi itu kan hanya untuk TPA saja. Kita tadi cari ada nggak lahan yang lebih luas lagi. Katanya ada sekitar 900 meter disekitar sini. Nah itu akan kita usulkan untuk dibebaskan. Lahan 900 meter akan kita buat RPTRA,” ujarnya.

Untuk pembelian kedua lahan ini, akan diusulkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2016. Kemudian untuk anggaran pembangunannya, bisa melalui dana CSR pihak swasta atau melalui APBD DKI tahun 2017.

“Yang jelas harus ada lahannya dulu. Karena kita ingin RPTRA itu di kampung-kampung, ditengah-tengah perkampungan yang padat, sehingga kita bisa membangun taman bermain yang sehat di pemukiman padat,” terangnya.

Dengan adanya RPTRA, yang didalamnya ada taman bermain anak yang sehat, maka warga akan saling berinteraksi. Tidak hanya itu, keluarga pun bisa bermain dan berinteraksi di ruang publik tersebut. Sehingga, bisa terbina keluarga yang sehat dan kuat dalam menghadapi tantangan hidup bermasyarakat.

“Jakarta ini harus membangun sejak dari lingkup keluarga. Kita bikin betul penguatan di keluarga. Kalau keluarganya baik, maka masyarakatnya baik. Maka dibuatlah ruang mereka bisa bersosialisasi, bermain secara sehat dan melakukan aktifitas sosial disitu. Gotong royong disitu,” tandasnya. (rmol/zul)

Click to comment
To Top