PBB : Warga yang Keluar dari Fallujah Mengalami Penyiksaan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

PBB : Warga yang Keluar dari Fallujah Mengalami Penyiksaan

FAJAR.CO.ID, – Kepala hak asasi manusia PBB, baru-baru ini mengatakan bahwa warga Fallujah yang keluar menghindari pertempuran antara IS atau Islamic State dan tentara Iraq di kota Fallujah, telah mengalami penyiksaan yang sangat buruk oleh milisi syiah.

Seperti dilansir Al Jazeera, beberapa di antaranya bahkan disiksa hingga tewas. Milisi syiah sendiri merupakan kelompok yang berafiliasi dengan tentara pemerintah Iraq, Al Abadi.

Zeid Ra’ad al Hussein menyebutkan bahwa penyiksaan itu dilakukan terhadap laki-laki dan anak-anak yang keluar dari Fallujah. “Saksi mata telah memberikan kesaksian bahwa kelompok bersenjata yang beroperasi dalam mendukung tentara Iraq menahan para pria dengan alasan ‘pemeriksaan keamanan,” kata Zeid.

Fallujah sudah dua tahun masih berada di bawah kendali IS atau yang lebih dikenal dengan ISIS. Sekira dua pekan lalu, pemerintah Iraq sendiri telah melancarkan serangannya dengan beberapa kelompok yang berafiliasi untuk merebut kembali Fallujah.

Sementara itu, penduduk desa Saqlawiyah, yang merupakan daerah yang berhasil dikuasai milisi Iraq mengaku mendapat penyiksaan yang sangat keras. Mereka bahkan menyarankan kepada penduduk Fallujah untuk tidak keluar dari kota mereka apapun yang terjadi.

“katakan pada mereka jangan menyerah kepada mereka meskipun harus mati di bawah serangan meriam” kata salah seorang warga Saqlawiyah. “ itu lebih aman dari pada keluar kepada kelompok ini” sambungnya.

Saqlawiyah merupakan kota di pinggiran utara Fallujah. Tentara Iraq dan koalisinya, sebelum melakukan pengepungan tehadap Fallujah, memang telah meminta warga sipil untuk keluar dari kota tersebut, dengan dalih menghindari jatuhnya korban sipil.

“mereka tidak menawarkan kami makanan, hanya penghinaan dan penyiksaan. Dua hari berlalu tanpa makanan” kata warga Saqlawiyah, yang mengalami penyiksaan oleh milisi syiah. [fajar]

loading...
Click to comment
To Top