PDIP: Ahok tak Serius Bekerja, Ini Buktinya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

PDIP: Ahok tak Serius Bekerja, Ini Buktinya

sunny-ahok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris DPD PDIP, Prasetio Edi Marsudi membeberkan bukti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak serius bekerja. Bukti itu berupa Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK).

BPK memberikan penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap laporan hasil pemeriksaan keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2014-2015.

Selain itu, BPK juga menemukan 50 temuan senilai Rp 30,15 triliun, dan sebanyak Rp 41 miliar di antaranya terindikasi merugikan keuangan daerah.

Prasetio menilai, LHP BPK tersebut merupakan bukti bahwa Ahok tidak serius dalam memperbaiki kinerjanya.

“Ini bukti dari tidak ada niatan diri Gubernur Ahok untuk memperbaiki kinerja. Temuan-temuan ini dan opini WDP sudah yang ketiga kalinya terjadi dan berturut-turut,” ujar Prasetio ketika dihubungi, Selasa (7/6).

Pasalnya, lanjut Ketua DPRD DKI Jakarta itu, berdasarkan laporan BPK, terdapat tiga temuan. Pertama, temuan yang berindikasi kerugian daerah senilai Rp 41 miliar. Kedua, kekurangan penerimaan daerah Rp 5,8 miliar.

Ketiga, administrasi Rp 30,11 triliun, di mana salah satunya berupa aset dinas pendidikan Rp 15,2 triliun tidak dapat diyakini kebenarannya, dan aset lainnya yang belum validasi Rp 14,5 Triliun.

Menurut Prasetio, sebagai seorang kepala daerah, Ahok tidak bisa menjalankan pemerintahan seorang diri. Semua yang terlibat pembangunan harus diajak berkomunikasi dua arah, khususnya perangkat daerah yang berada langsung di bawahnya.

Oleh sebab itu, Prasetio mengharapkan Pemprov DKI memperbaiki semua rekomendasi yang diberikan dari LHP BPK dalam dua bulan ke depan.

Menurut Prasetio, apabila rekomendasi itu tidak dilakukan, maka temuan-temuan tersebut akan bernasib sama dengan kegiatan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras pada anggaran perubahan 2014 yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp 191 miliar.

“Buka secara transparan apa temuan-temuan itu sehingga masyarakat dapat memakluminya,” tandas Prasetio. (wid/rmol/pjk1/fajar)

loading...
Click to comment
To Top