Laporan Tewasnya Mahasiswi UMI Dicabut, Polda Tetap Usut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Laporan Tewasnya Mahasiswi UMI Dicabut, Polda Tetap Usut

45-2

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Jenazah almarhumah Rezky Evienia Syamsul, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah dikebumikan di kampung halamannya, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (9/6).

Mahasiswi angkatan 2014 tersebut, tewas usai mengikuti kegiatan Tim Bantuan Medis (TBM) di Pegunungan Tombolo, Kecamatan Tinggi Moncong Gowa, Sulawesi Selatan, Beberapa waktu lalu.

Tewasnya mahasiswi tesebut diduga kuat dianiaya oleh para seniornya, hal ini dibuktikan dengan adanya luka lebam pada tubuh korban dan bukti percakapan di Group Line yang disinyalir ada persekongkolan untuk menutupi kematian korban. 

Seiring dengan itu, kerabatnya bernama Asriadi melaporkan kasus kematian korban ke Polda Sulsel, namun kini laporan tersebut telah dicabut kemarin. Meski begitu, polisi tetap melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini, karena menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Sebenarnya, penyidik Polda berencana untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban dan akan membongkar makamnya. Namun pihak keluarga tidak bersedia melakukannya.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan, polisi tetap mengusut kasus ini ada atau tidaknya pelaporan. ”Polisi wajib membuat suatu laporan yang merupakan laporan model A. Laporan model ini adalah polisi yang melihat dan mendengar sebagai dasar dalam kelanjutan proses kasus meninggalnya seseorang,” jelas Frans Barung, kemarin. dilansir BKM (Fajar Group) har ini.

Meski begitu, kata Frans, pihaknya akan tetap berusaha memberi pemahaman kepada keluarga korban untuk membantu menuntaskan pengusutan kasus ini.

Kabid Humas juga menyebut adanya pelaporan model B. Pelaporan inilah yang dilakukan oleh Asriadi namun kemudian dicabut, kemarin. ”Karena itu polisi akan membuat laporan model A agar penyelidikan tetap berlanjut,” terangnya lagi.

Dijelaskan, jika ada seseorang meninggal dunia dan otopsi tidak bisa dihindari, maka pihak kepolisian wajib untuk membuktikan. (ish/rus/Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top