Penyuap Damayanti Dihukum Lebih Berat dari Tuntutan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Penyuap Damayanti Dihukum Lebih Berat dari Tuntutan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur PT Windhu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun. Majelis hakim menyatakan, Khoir terbukti menyuap empat anggota komisi V DPR.

Yaitu, Damayanti Wisnu Putranti (PDI-P), Budi Supriyanto (Golkar), Andi Taufan Tiro (PAN), dan Musa Zainuddin (PKB), serta Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku Amran HI Mustary.

“Menyatakan terdakwa Abdul Khoir terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan primer,” kata Ketua Mien Trisnawati saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/6).

Selain itu, Khoir diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama lima bulan. 

Vonis tersebut lebih berat 1,5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Yakni, hukuman pidana penjara selama 2,5 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider lima bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Khoir terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 65 ayat 1 KUHPidana. 

Dalam menjatuhkan vonis, majelis memiliki pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Perbuatan Khoir dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, menghambat jalannya pembangunan di Maluku dan Maluku Utara, merusak check and ballance antara eksekutif dan legislatif, serta perbuatannya melibatkan banyak pihak dalam perkara ini.

“Yang meringankan terdakwa sopan di persidangan, berterus terang mengakui perbuatannya, menyesali perbuatannya, muda usia sehingga bisa memperbaiki diri menjadi pengusaha yang lebih baik, dan memiliki tanggungan anak yang masih kecil,” ujar Hakim Faisal Hendri.

Khoir dinyatakan terbukti menyuap Damayanti sebesar SGD 328 ribu dan USD 72.727; untuk Budi Supriyanto sebesar sebesar SGD 404.000; untuk Andi Taufan Tiro sebesar Rp 2,2 miliar dan SGD 462 ribu; dan menyuap Musa Zainuddin sebesar Rp 4,8 miliar dan 328 ribu.

Khoir juga dinyatakan terbukti menyuap Amran HI Mustary sebesar Rp 16,5 miliar dan SGD 223.270. Serta, sebuah iPhone 6 seharga Rp 11,5 juta.

Suap itu diberikan agar Amran dan anggota komisi V DPR tersebut menyalurkan program aspirasi DPR ke dalam proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara. Serta, mengupayakan PT WTU sebagai pelaksana proyek tersebut. (put/jpg)

To Top