Terduga Teroris di Surabaya Pernah Terlibat Kasus Narkoba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Terduga Teroris di Surabaya Pernah Terlibat Kasus Narkoba

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Terbongkarnya plot rencana teror Surabaya bermula dari penangkapan seorang tersangka teroris bernama Jefri di Jalan Raya Gresik, Surabaya. Dari tas ranselnya, polisi menyita uang satu bundel, beberapa pakaian, satu air gun, dan dua ponsel Android.

“Uang tersebut diduga untuk membeli bahan-bahan untuk serangan,” ucap sumber di kepolisian.

Kepada penyidik, Jefri tak bisa mengelak adanya plot teror di Surabaya setelah polisi menunjukkan hasil pengintaian selama beberapa bulan. Jefri pun akhirnya buka suara. Dari keterangan Jefri, tim Densus 88 bergerak ke rumah pasangan Sutego-Jarmi di dekat kawasan Kenjeran, Surabaya. Tepatnya Jalan Lebak Timur Gang 3D No 18.

Mereka adalah orang tua tersangka teroris Priyo Hadi Purnomo. Di rumah tersebut, polisi mengamankan Priyo beserta seorang temannya.

Selain meringkus Priyo dan temannya, polisi menemukan banyak barang bukti di Lebak Timur. Yakni, 3 bom, 1 senjata api laras panjang jenis River, 1 pucuk senapan rakitan, 1 pucuk senjata api laras pendek rakitan beserta 4 butir peluru, 2 kardus berisi seperangkat komputer, 1 unit laptop, dan 1 avometer.

Menurut sumber di kalangan ikhwan jihadi (mantan kelompok garis keras), Priyo maupun Jefri adalah nama baru di dunia ikhwan jihadi. ’’Mereka juga baru bergabung tak sampai setahun lalu,’’ ucap sumber tersebut. Tokoh senior Jamaah Islamiyah Ali Fauzi juga menyatakan belum pernah mendengar nama tersebut. ’’Sekarang banyak nama baru bermunculan dengan sel-sel baru,’’ terangnya.

Data polisi menunjukkan bahwa Priyo Hadi Purnomo pernah tersangkut kasus narkoba. Setelah bebas, dia tinggal di Makassar, lalu ke Sulawesi Utara, dan baru kembali ke rumah orang tuanya di Lebak Timur minggu lalu.

Penangkapan belum berhenti sampai di situ. Sebagian tim Densus 88 juga bergerak ke rumah yang tak jauh dari rumah Priyo untuk meringkus terduga teroris bernama Feri Novendi, 25. Dia ditangkap di kos-kosannya di jalan Setro Timur.

Dari penangkapan Feri, polisi langsung melakukan pengembangan. Lantas, sebuah rumah yang juga tempat tinggal Feri dan keluarganya digeledah. Rumah itu beralamat di Jalan Lebak Agung 3 No 88, Surabaya. Hampir sama dengan penggeledahan rumah Priyo, rumah itu terletak di pemukiman padat penduduk.

Hasil penggeledahan di rumah Feri, polisi menemukan dua barang bukti. ”Ada sangkur dalam bungkus kotak bewarna cokelat dan satu botol cairan zat kimia,’’ ujar AKBP Benny, Kaden Gegana Brimob Polda Jatim

Salah seorang sumber kepolisian mengatakan, dua lokasi yang digeledah merupakan target utama dalam pengungkapan plot teror di Surabaya. Yakni, Lebak Timur dan Lebak Agung. Sebab, diduga dua lokasi tersebut dijadikan tempat perakitan dan pengolahan bom oleh jaringan teroris tersebut.

Pengakuan Jefri yang tertangkap di Jalan Raya Gresik juga membuat tim Densus 88 meluncur ke rumah Saudara Sali di Jalan Kalianak No 55 sekitar pukul 16.40. Rumah Sali adalah tempat kos Jefri. Dari rumah Sali, polisi kembali mendapatkan sejumlah barang bukti, yakni bahan bom high explosive HMTD (hexamethylene triperoxide diamine), timbangan, dan buku-buku jihad.

Polisi pun terus menyelidiki temuan-temuan tersebut. ”Segala sesuatunya masih dalam proses pengembangan,” kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Martin Sitompul. (rid/dida/idr/ano/c10/c5/c9/kim)

Click to comment
To Top