Beri Deadline 100 Hari Kerja, Setnov Ancam Ganti Jika Tak Aktif – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Beri Deadline 100 Hari Kerja, Setnov Ancam Ganti Jika Tak Aktif

0_0_1000_666_cba9a4692a0a77a27bf5d64d329d4aabe7cd9f82

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar Setia Novanto memberikan tenggang waktu kerja bagi pengurusnya selama 100 hari. Mantan Ketua DPR-RI itu ancam akan ganti jika ada pengurus yang tidak aktif dalam bekerja.

“Jadi setelah mereka dilantik kinerja akan diawasi dengan deadline 100 hari kerja,” ungkap Setya Novanto kepada wartawan usai menghadiri acara ulang tahun dan buka bersama Wakil Ketua MPR RI Mahyudin di Jakarta, Rabu (8/6) malam.

Putusan sah pengurus Golkar akan diumumkan setelah rapat pimpinan nasional. Dia pastikan, pengurus yang tidak aktif bakal kehilangan jabatannya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menyatakan, mendukung langkah Novanto mencoret pengurus yang tidak becus bekerja. Dia juga memuji ide sang ketua umum mewajibkan semua pengurus menandatangani pakta integritas.

“Saya kira itu ide bagus karena, selama ini kita akui di dalam kepengurusan DPP Golkar kepengurusan tidak sedikit yang cuma titip nama mungkin waktu nyaleg namanya sudah ada diprioritaskan tapi begitu kegiatan tidak pernah turun,” tuturnya.

Mahyudin menguraikan, dirinya selama berkecimpung di partai politik terjadi hal serupa. Di saat mengundang pengurus untuk rapat pleno kadang-kadang yang hadir hanya 60 persen. “Pengurus harian juga begitu, banyak orang yang mau jadi pengurus tapi tidak mau mengurus, ketika mau jadi pengurus lobi sana lobi sini setengah mati begitu jadi pengurus ga mau ngurus partai, itu kan orang yang hanya bikin beban partai. Jadi kalau Pak Novanto mau bikin pakta integritas begitu bagus saya sambut baik,” papar Mahyudin.

Mahyudin juga meminta Novanto sikap tegasnya itu bukan hanya di kepengurusan, akan tetapi juga harus tegas dalam menindak kader Golkar yang duduk sebagai anggota DPR RI kerap membolos atau tidak hadir dalam rapat paripurna. Karena hal itu akan membangun kembali kepercayaan dan cinta publik terhadap partai pohon beringin. (aen/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top