GEGER! Aliran Ini Melarang Pengikutnya Puasa dan Boleh Seks Bebas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

GEGER! Aliran Ini Melarang Pengikutnya Puasa dan Boleh Seks Bebas

093511_640357_panjalu

FAJAR.CO.ID, BOGOR- Ada-ada saja aliran yang satu ini, selain melarang pengikutnya untuk menjalankan puasa di bulan Ramadhan, Aliran yang menyimpang ini juga menghalalkan seks bebas. diketahui, aliran ini juga pernah sempat heboh beberapa tahun lalu, namun kini bangkit lagi. Aliran itu bernama Pajajaran Panjalu Siliwangi.

sejumlah ajarannya yang menyimpang, membuat warga geram, dan mendatangi pemimpinnya Agus Su­karna,  Warga langsung menyeret sang pimpinan ke Kantor Keca­matan Cariu. 

”Ratusan warga memenuhi kantor dan meminta Agus dan peng­ikutnya diusir dari Cariu,” kata Camat Cariu, Didin Wahidin, seperti dilansair metropolitan.id (JawaPos Group/Fajar). 

Setelah dilakukan mediasi, kata Di­din, Agus dan kelompoknya memilih keluar dari Cariu. “Mereka menyanggupinya,” imbuhnya.

Informasinya, ajaran ini mem­bolehkan pengikut mereka untuk tidak salat dan ber­puasa. ”Ajaran ini melarang berpuasa karena ibadah puasa menurut mereka per­buatan yang menyiksa diri dengan tidak makan dan minum,” jelas Didin.

Yang lebih berbahaya, kata Didin, ajaran ini mensahkan berhubungan suami istri dengan pasangan lain sesama pengikut ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi. “Harus diwaspadai dan jadi penga­wasan kita agar ajaran-ajaran seperti ini tidak bermunculan lagi,” harapnya.

Menurut Didin, pengikut ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi bukanlah warga Cariu. Mereka merupakan pengikut lama dan di Cariu, Didin hanya menemukan satu warganya yang menjadi kor­ban. 

Saya imbau warga serta kepala desa dan RT RW untuk selalu mewaspadai warga pendatang agar aliran sesat dan menyesatkan se­perti ini tak lagi bermun­culan,” katanya.

Sejak keberadaannya, Didin mengaku pihak Muspika Ca­riu telah mendatangi padepo­kan kelompok tersebut ber­sama MUI setempat. “Kami sempat meminta mereka menghentikan kegiatannya,” ujar Didin.

Namun, menurut Didin, kelompok tersebut tak meng­gubrisnya hingga MUI setem­pat kewalahan untuk me­nyadarkan kelompok ini hingga akhirnya warga men­gusirnya. (edi/ads/c/er/wan/Jpnn/fajar)

loading...
Click to comment
To Top