Ketika Hikmah Puasa Menyadarkan Mualaf Berpura-Pura – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Ketika Hikmah Puasa Menyadarkan Mualaf Berpura-Pura

33377_51717_mualaf kermawan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA- Kermawan Priyono (Mualaf) yang menjalani puasa bersama istrinya Tumini seorang perempuan pemeluk islam, selama 10 tahun hanya berpura-pura, sebagai penghormatan kepada istri dan anak-anaknya.

Priyono yang berprofesi sebagai wartawan radio di Surabaya ini tidak pernah makan dan minum di rumah atau depan istrinya saat bulan puasa, tetapi jika tiba waktu laparnya, Priyono keluar mencari makan di luar.

Pada suatu hari, Priyono merasa gamang dengan dirinya sendiri, dikala anak-anaknya terus belajar salat dan puasa mengikuti ibu mereka, yang bukan lain adalah istri Priyono. Di situlah, dia mulai berpikir bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanya menipu diri sendiri.

“10 tahun lebih, saya hanya sekadar menemani istri sahur dan berbuka. Sedangkan esensi dari puasa itu sendiri tidak pernah saya rasakan. Lalu kegamangan itu muncul, sehingga saya berfikir tidak bisa terus-terusan seperti ini,” ungkap wartawan yang akrab disapa Wawan ini.

Ramadan tahun ini adalah Ramadan pertama bagi pria asal Solo tersebut untuk berpuasa penuh.

Namun bagi dia, hal itu bukan menjadi sesuatu yang sulit karena sebelumnya dia merasa sudah berlatih lama berpuasa.

“Jadi alhamdulillah lancar, karena sudah terbiasa meski baru empat tahun saya mualaf. Tapi dulu ketika belum masuk Islam, kalau saya lapar, ya makan. Kalau saya haus, ya minum. Tapi tidak di depan istri,” katanya.

Dia mengakui bahwa hingga saat ini, dirinya masih mempelajari esensi puasa. Sebab masih banyak hal yang perlu dilakukan agar ibadahnya lebih baik lagi.

Namun, dia merasa agak ringan karena mendapat dukungan penuh dari sang istri yang memeluk Islam sejak lahir. (jpg/bersambung)

loading...
Click to comment
To Top