Rapat di Bogor, Nurhadi Mangkir dari Panggilan KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Rapat di Bogor, Nurhadi Mangkir dari Panggilan KPK

Seketaris MA Nurhadi seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (08/03/2016). Nurhadi diperiksa sebagai saksi keterangan terkait kasus dugaan korupsi dengan tersangka Kasubag Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nurhadi pun batal menjalani pemeriksaan keempatnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Stafnya datang mengantar surat pemberitahuan bahwa Nurhadi tidak bisa datang,” kata Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jumat (10/6).

Sedianya, hari ini Nurhadi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka perantara suap Dody Ariyanto Supeno. Yuyuk menjelaskan, Nurhadi absen dari pemeriksaan dengan alasan pekerjaan. “Karena sedang ada rapat di Bogor,” ujar Yuyuk. ‎

Sebelumnya KPK menyatakan pemeriksaan terhadap Nurhadi untuk menggali informasi soal dugaan adanya pihak penerima suap selain Panitera/Sekretaris PN Jakpus Edy Nasution.

Penyidik menduga Nurhadi mengetahui informasi terkait uang yang diterima melalui perantara Dody Ariyanto Supeno dalam beberapa kali pemberian dan tidak hanya diserahkan kepada satu penerima.

Dalam perjalanannya, KPK juga telah dua kali memanggil empat Brimob yang merupakan ajudan Nurhadi. Mereka adalah Brigadir Ari Kuswanto, Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugrono, dan lpda Andi Yulianto.

Namun, keempatnya mangkir tanpa keterangan. KPK lantas memastikan akan menghadirkan empat polisi tersebut secara paksa. Sebab, penyidik menduga mereka mengetahui secara pasti hubungan dan kegiatan yang terjadi antara Dody Ariyanto dan Nurhadi terkait perkara ini.

Untuk menghadirkan empat polisi itu, KPK pun meminta bantuan kepada Polri. Alih-alih membantu pemeriksaan terhadap keempatnya, belakangan Polri mengungkap bahwa ajudan Nurhadi itu sedang dalam penugasan di Poso.

Polri juga meminta penyidik KPK memeriksa ajudan Nurhadi di Poso. Selain itu, KPK juga tengah mencari sopir Nurhadi bernama Royani. Diduga ada campur tangan Nurhadi dalam persembunyian Royani yang juga bekas pegawai MA. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top