Sadis.! Bom Milik Teroris Di Surabaya Konek Dengan Cahaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Sadis.! Bom Milik Teroris Di Surabaya Konek Dengan Cahaya

antarafoto-SimulasiDetasemenGegana240311-4

FAJAR.CO.ID, SURABAYA- Setelah berhasil menangkap tiga teroris dan mengamankan bom dan alat bukti lainnya, Gegana langsung meneliti jenis bom rakitan yang disita itu.

Alhasil, bom rakitan yang tergolong canggih itu terkoneksi langsung dengan cahaya dan sudah dihancurkan. “Tiga bom rakitan ini tergolong high explosive” terang Kapolrestabes Surabaya Kombespol Iman Sumantri.

Dia tidak menjelaskan secara detail berapa radius ledakan bom tersebut. Namun, dia memastikan bom itu tergolong canggih.

Iman menyoroti, bom rakitan tersebut bisa meledak jika terkena cahaya. Dari situ bisa diketahui bahwa para teroris tersebut memang terlatih membuat bom.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan di pinggiran Kota Surabaya. Lokasinya dekat dengan perbatasan Kabupaten Gresik. Sebuah lahan kosong sekitar 3 hektare di Osowilangun dijadikan tempat pemusnahan.

Di tengah pemusnahan tersebut, Iman menyampaikan bahwa pihaknya menjamin keamanan Kota Pahlawan. Penangkapan teroris itu menjadi pelajaran bagi semua pihak. Kepolisian meminta masyarakat berpartisipasi aktif dan peka terhadap lingkungan sekitar. ”Bahkan, kalau saudara sendiri terlibat, laporkan saja,” tegas mantan Direskrimum Polda Jawa Barat itu.

Polisi dengan tiga melati di pundak itu menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ancaman teror. Kepolisian selalu mengantisipasi pergerakan para teroris. Sama dengan penggagalan skenario bom Thamrin yang menarget Kota Surabaya.

Senada dengan Iman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete terus menyiagakan anggotanya. Terutama memantau penyelundupan bahan peledak dari luar Jawa.

”Kami pastikan gerbang masuk Surabaya melalui Tanjung Perak tetap aman,” tegasnya.

Sementara itu, Jawa Pos kembali mendatangi lokasi perkampungan tempat teroris tinggal. Heri Setiawan, ketua RT Lebak Timur III D/18, mengaku tidak mengenal dekat sosok Priyo Hadi Purnomo.

Dia hanya mengetahui, sosok Priyo memang berubah drastis sejak keluar dari Rutan Medaeng.

Menurut dia, Priyo dikenal nakal dan brutal sebelum masuk ke Rutan Medaeng karena kasus penggelapan dan narkoba. Dia sering pulang malam. Selain itu, kerap terdengar orang tua Priyo memarahi anak keduanya itu dengan keras.

”Pokoknya, orang-orang kenalnya dia (Priyo, Red) itu anak nakal,” ungkapnya.

Namun, saat terakhir kembali tinggal di Lebak Timur, sosok Priyo berubah. Menurut pria 42 tahun tersebut, terduga teroris itu cenderung pendiam serta tertutup. Dia juga kerap menggunakan celana di atas mata kaki dan berbusana gamis.

Heri membenarkan bahwa dua mingguan sebelum penangkapan, beberapa orang asing kerap menginap di rumah Priyo. Bersama Priyo, tiga temannya tersebut kerap terlihat salat di masjid besar Lebak Timur.(idr/did/rid/c5/kim)

loading...
Click to comment
To Top