Inilah 5 Fakta Polisi Tilang Sayang. Habis Rayu Kemudian Minta Maaf – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Inilah 5 Fakta Polisi Tilang Sayang. Habis Rayu Kemudian Minta Maaf

polisi tilang

FAJAR.CO.ID, MALANG – Informasi seputar aksi dugaan pelecehan seksual aparat Polantas Polres Batu berinisial Birgadir EN menjadi viral di dunia virtual.

Kejadian pada 4 Juni 2016 tapi baru dilaporkan korban yang berinisial DSS Kamis (9/6).

Pengaduan berisi Brigadir EN seabgai terlapor hendak membarter tilang (bukti pelanggaran) dengan mesum sudah dinonaktifkan sementara dari kesatuannya.

DSS salah seorang siswi di Malang, Jawa Timur mengadukan EN. Seperti apa fakta dalam kasus oknum polisi tilang atau bayar sayang itu?

Berikut 5 Fakta yang disarikan JawaPos.com:

  1. Bikin Pilihan Aneh

DSS berboncengan dengan pacarnya, Gusti Fajaruddin (21). Tiba di Jalan Semeru, Kota Batu, mereka terkena razia polisi. Fajar ditilang lantaran tak memiliki SIM dan STNK yang asli

Oknum Brigadir EN menyatakan bahwa motor Fajar bisa kembali kalau pacarnya ’’diserahkan’’ kepada dirinya. Fajar lantas menolak.

Dia memilih membayar, asalkan pacarnya tidak menjadi jaminan motor yang ditahan.

”Saya carikan utangan kepada teman di Batu. Sementara itu, DSS disandera polisi,” kata Fajar yang berprofesi wiraswastawan tersebut.

Di sinilah dugaan asusila muncul. Saat Fajar mencari utangan, DSS dibawa ke pos lantas Alun-Alun Kota Batu. Dia dimasukkan di sebuah ruangan.

”Masak gak mau sih disayang-sayang sama polisi?” ucap DSS menirukan kata-kata polisi mesum tersebut. Tetapi, polisi itu tidak sampai memegang tubuh DSS.

2. Janjikan tak akan Ditilang Kalau Mau Disayang

Korban mengingat, oknum polisi tersebut bernama Negara seperti yang tertera di seragam.

DSS menjelaskan, dengan mau disayang-sayang, motor yang ditilang akan dibebaskan.

“Gak perlu sidang, langsugn dilepaskan (motornya),” kata DSS.

3. Mediasi DSS dengan Brigadir EN

Kabaghumas Polres Batu AKP Waluyo mengatakan laporan korban pelecehan itu diterima Kasatlantas dan Kasi Propam untuk ditindaklanjuti. Dia menuturkan, korban dan EN sudah dipertemukan dalam satu ruangan.

”Oknum polisi tersebut mengaku telah berkata-kata yang kurang terpuji. Kami rasa, itu manusiawi. Tetapi, perilaku tak terpuji akan ditindak tegas propam sesuai aturan,” terangnya, Kamis (9/6).

Dia menambahkan, oknum polisi tersebut meminta maaf kepada korban saat mediasi.

4. Brigadir EN Terancam Dicopot

Kabaghumas Polres Batu AKP Waluyo mengatakan institusi Polri tak segan menindak anggotanya yang terbukti melanggar. Jika terbukti melecehkan, pihaknya akan menggelar sidang disiplin dan kode etik.

”Untuk saat ini, oknum polisi itu dinonaktifkan sementara. Ada keputusan setelah sidang, bisa dicopot atau turun jabatan,” katanya.

5. Mabes Polri Turun Tangan

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, siap memberikan sanksi tegas jika Brigadir EN terbukti melakukan hal itu.

“Ini baru dengar ya, akan dievaluasi juga. Tapi kami harus kroscek dulu,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Jumat (10/6). (jpg/fajar) 

loading...
Click to comment
To Top