TRAGIS! Maksud Melerai Situasi, Korban Diparangi Hingga 17 Luka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

TRAGIS! Maksud Melerai Situasi, Korban Diparangi Hingga 17 Luka

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Nasib naas di alami oleh DL, korban pembunuhan di malam pertama tarawih menyambut hari pertama puasa ramadhan 1 syawal 1437 Hijriyah, di Kampung Bonto Kassi, Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

Malam pertama tarawih yang seharusnya di sambut suka cita dan meriah oleh warga Dusun Bonto Kassi, Desa Barana, malah di warnai peristiwa berdarah dan isak tangis keluarga korban pembunuhan sadis DL, Minggu, (5/6/2016), Pukul 20.00 Wita lalu.

Menurut keterangan Kadpala Desa (Kades) Barana, Asrul Bali yang ditemui Pojoksulsel.com, (JawaPos Grup/fajar) Sabtu (11/6), mengemukakan, bahwa menurut keterangan Norma dan saksi di TKP, kronologis kejadian berawal dari si pelaku GB yang berniat meminjam motor dan minta pembeli bensin kepada kakaknya Norma.

Akibat tidak dipinjamkan motor dan pembeli bensin, pelaku GB mengamuk dan sempat memukuli ibu kandungnya. “Melihat aksi brutal GB tersebut, Norma (kakak GB) menelfon suaminya yang kerja di Palopo (Kabupaten Luwu), setelah itu suaminya Norma menelfon saudaranya DL (korban) untuk datang melerai dan mendinginkan situasi,” tutur Kades Barana Asrul Bali.

Lebih jauh Kades Asrul Bali menjelaskan, setelah diberitahu istrinya DL yang menerima telefon dari suaminya Norma, maka datanglah korban DL ke rumah Norma. Namun, pelaku GB tidak terima dengan kedatangan Korban DL yang berniat melerai dan memberikan nasehat supaya tidak terjadi pertengkaran yang berakibat adanya pemukulan yang di lakukan pelaku GB kepada ibu kandungnya dan melempari rumah Norma.

“Nah, namanya juga orang pernah minum Ballo, emosi cepat naik. Karena tidak terima, maka pelaku GB pergi memanggil kakak kandung yaitu pelaku SB. Setelah datang terjadilah pembunuhan tersebut karena mereka datang dengan membawa parang semua,” kata Kades Asrul Bali.

Menurutnya, korban DL pada saat kejadian memang tidak membawa apa-apa. “Dapat telefon, jadi korban pergi saja tanpa persiapan, ” pungkasnya.

Lanjut Kades Asrul Bali, korban di parangi di atas rumah beberapa kali dan setelah itu korban DL sempat lari turun ke bawah kolom rumah. Namun, pelaku masih tetap mengejar korban sampai ke bawah, sehingga korban DL kena sabetan dengan 17 luka di sekujur tubuhnya yang berakibat korban DL meninggal dunia di TKP dengan bersimbah darah.

Sementara anak pertama korban yang di temui di rumahnya mengatakan, sebagai anak pasti merasa kehilangan dengan kematian bapak.

“Kalau bapak dibilang baik, ya baik betul iya. Bahkan, saya merasa kaget dengan kematian bapak,” katanya dengan nada sedih.

Istri korban DL dan saksi Norma yang di temui di Polsek Bangkala, Kabupaten Jeneponto, belum dapat memberikan keterangan karena masih berduka dan trauma dengan kematian DL yang begitu Sadis dan mendadak. (pjksulsel/fajar)

loading...
Click to comment
To Top