Sweeping Tempat Hiburan Malam, FPI Minta Kepolisian Mengawal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Sweeping Tempat Hiburan Malam, FPI Minta Kepolisian Mengawal

Ratusan Anggota Front Pembela Islam (FPI) Jambi, Jumat (10/06) melakukan swiping di salah satu cafe yang berada di Kota Jambi.Foto: Rendi Lahara/Jambi Independent
Anggota FPI men-sweeping di salah satu cafe yang berada di Kota Jambi

FAJAR.CO.ID, JAMBI – Meski melakukan niat yang baik untuk menjaga kesucian bulan Ramadan, anggota Front Pembela Islam (FPI) Jambi tetap saja melakukan sweeping terhadap sejumlah tempat hiburan malam di kota tersebut.

Padahal telah ada larangan dari kepolisian, bahwa organisasi masyarakat (Ormas) dilarang melakukan sweeping, karena tindakan itu tergolong pelanggaran pidana.

Namun untuk di Jambi, FPI meminta kawalan kepolisian. Mereka mendapatkan pengawalan petugas Polresta Jambi dalam men-sweeping sejumlah kafe dan tempat hiburan malam, pada Jumat malam (10/6) hingga Sabtu (11/6).

Dalam aksi itu ratusan anggota FPI Jambi berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras).

Panglima FPI Kota Jambi Kemas Huzair mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kesucian bulan suci Ramadan. “Lokasi ini sudah kita pantau dari beberapa hari yang lalu, dan beberapa anggota telah melakukan survei,” katanya yang dilansir dari Jambi Independent (Fajar Grup), Minggu (12/6).

Dia mengungkapkan, sebelum melakukan aksi sweeping ini, FPI telah pernah mengingatkan pemilik kafe untuk tidak beroperasi. Namun permintaan itu tidak diindahkan. “Kita sudah mengingatkan agar tidak ada aktivitas di bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Jambi Kombes Bernad Sibarani mengatakan, terkait dengam aksi sweeping tersebut, pihaknya melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. “Kita lakukan pengamanan di lokasi tersebut,” katanya.

Dalam aksi sweeping FPI itu, diamankan ratusan miras, dan saat ini sedang dilakukan penghitungan terlebih dahulu. “Jika ada pelanggaran maka akan kita lakukan penindakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bernad mengatakan jika terbukti ada pelanggaran, ini termasuk tidak pidana ringan. Akan ada sanksi yang dikenakan terhadap pemilik.(uri/enn/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top