Salah Proses, Makanan Halal Bisa Jadi Haram – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Salah Proses, Makanan Halal Bisa Jadi Haram

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Selama ini kita hanya mengenali makanan halal itu adalah makanan yang tidak mengandung zat babi, alkohol atau sejenis lainnya. Alias tidak ada kandungan haram di dalamnya.

Sebetulnya kategori makanan halal itu tidak hanya dilihat dari zat semata. Proses produksi makanan itu bisa mempengaruhi kehalalannya, kendati pun bahan yang digunakan tidak terlarang secara agama.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Kaltim Sumarsongko mengungkapkan, setiap umat muslim wajib memakan makanan yang halal dan thoyib.

Thoyib, artinya mencakup makanan yang baik secara gizi, bersih, sehat, aman, dan berkualitas. Hasil tersebut ditegaskan dalam Alquran Surah Al Baqarah Ayat 168.

Yang artinya. Wahai manusia! Makanlah yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

“Pernah ada produsen salah satu produk makan mengurus sertifikasi halal, karena dia mau memenuhi syarat kami terbitkan. Tidak sulit, selagi ada kemauan,” tegas Sumarsongko, yang dilansir dari Kaltim Post (Fajar Group), Senin (13/6).

Ia menyatakan, persoalan halal dan haram tersebut bukan sekadar permasalahan zat mengandung babi, alkohol, atau lainnya. Tapi juga tentang  proses dan cara memperolehnya. Ada makanan secara zat halal, tapi karena prosesnya tidak sesuai syariah, maka menjadi tidak halal  atau haram.

Dicontohkan Sumarsongko, ayam yang selama dianggap halal untuk dikonsumsi. Namun, jika proses penyembelihannya tidak sesuai syariah, tidak mengucapkan asma Allah, maka secara syariah ayam tidak halal alias haram dikonsumsi umat muslim. (gel/rom/iil/JPG)

Click to comment
To Top