Terungkap! Motif Pembunuhan Sadis Siti Fatimah Usai Berkencan. Dicekik Hingga Leher Patah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Terungkap! Motif Pembunuhan Sadis Siti Fatimah Usai Berkencan. Dicekik Hingga Leher Patah

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pelaku kasus pembunuhan Siti Fatimah (23) yang menggegerkan warga Kampung Sindangasih Kecamatan mangkubumi pada 1 April lalu berhasil ditangkap polisi.

Pelaku adalah IK (23) alias Rian, warga Kampung Cikiray Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Dia membunuh Siti usai mengencaninya.

Pria yang berptofesi sebagai pengupas kelapa di pasar Cikurubuk itu diamankan oleh Satuan Raskrim Polres Tasikmalaya Rabu (8/6) di wilayah eks Terminal Cilembang. Pelaku ditangkap buah dari penyelidikan polisi selama kurang lebih tiga bulan lamanya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arif Fajarudin SIK MH MAP menjelaskan bahwa motif dari penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal itu berawal dari kencan yang mereka lakukan. Malam tersebut pelaku menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp. 1 juta kepada Siti Fatimah. “Tapi ternyata pelaku tidak punya uang,” ujarnya dalam ekspos kemarin (11/6).

Fatimah yang terus rewel membuat pelaku naik pitam dan marah, sehingga nekat mencekik lehernyan hingga kerongkongannya patah dan meninggal. Dalam kondisi tak bernyawa, tubuh Siti langsung dibuang di selokan yang kemudian ditemukan warga sekitar. “Dicekiknya masih di sekitar TKP,” terangnya.

Soal pengungkapan yang memakan waktu lebih dari dua bulan, dia menjelaskan bahwa minimnya alat bukti membuat kasus sulit terungkap. Selain itu IK juga terus berpindah-pindah tempat sehingga sulit termonitor. “Di TKP alat bukti yang kita temukan sedikit sekali, terus pelaku juga kadang di mangkubumi, kadang di Cihideung,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Maolana S.Sos menjelaskan bahwa korban dan pelaku berkenalan di facebook lebih dari sebulan sebelum kejadian. Kencan yang berujung maut itu merupakan pertemuan pertama dan terakhir mereka berdua. “Mereka kenal di facebook, waktu kejadian itu mereka baru pertama bertemu,” terangnya kepada Radar.

Salah satu petunjuk yang mengarah kepada pelaku pun polisi dapatkan dari hasil percakapan keduanya di jejaring sosial itu. Disinggung kemungkinan adanya pelaku tambahan, dia menegaskan pelaku hanya IK seorang. “Tidak ada pelaku lain, hanya dia saja,” katanya.

Kini IK sudah dalam penanganan satuan reskrim Polres Tasikmalaya Kota untuk diproses lebih lanjut. Polisi menjeratkan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku, satu unit sepeda motor Jupiter MX Z 2486 KL serta dua hp korban dan 7 hp yang pernah digunakan pelaku selama masa pengejaran. (rga)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top