Yang Menolak Hukum Kebiri, Nih Ancaman Hukumannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Yang Menolak Hukum Kebiri, Nih Ancaman Hukumannya

Dokter, Kok Kista Tumbuh Lagi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) harus berpikir ulang untuk menolak menjadi eksekutor hukuman kebiri kimiawi yang baru saja diatur dalam peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016.

Memang, menjadi perdebatan antara melaksanakan perintah undang-undang dengan berpegangan pada kode etik kedokteran. ‎Namun, tentunya melaksanakan perintah undang-undang menjadi kewajiban.

“Sebaiknya sebelum menolak, IDI perlu melihat lebih dahulu bagaimana dokter dan medical practitioners di negara-negara lain yang telah melaksanakan kebiri kimiawi sesuai perintah undang-undang dan putusan pengadilan,” tutur politisi PPP Asrul Sani kepada JawaPos.com, Minggu (12/6/2016).

Perdebatan serupa pernah terjadi di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Sejumlah dokter enggan ‎melakukan eksekusi mati dengan suntik (lethal injection). Kendati demikian, mereka tetap melaksanakannya atas nama hukum sebagai pengecualian‎‎. Begitupula dengan sejumlah negara yang menerapkan kebiri.

Jika sikap IDI terus berlanjut, menurut sekretaris jenderal PPP ini, tindakan itu bisa dianggap sebagai bentuk ‎obstruction of justice atau menghalangi penegakan hukum. Konsekwensinya, ada sanksi pidana bagi orang yang dengan sengaja mencegah atau menghalang-halangi, menggagalkan tindakan petugas yang diberikan kewenangan untuk mengusut atau memeriksa delik. ‎
‎‎
“Kalau di KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) pasal 216, ancaman hukumannya 4,5 bulan penjara,” tegas dia.

‎Andaikata IDI tetap teguh untuk tidak mau melakukan kebiri kimiawi, kata legislator asal Jawa Timur itu ada alternatif eksekutor lain.‎ Yakni, dokter yang berada di kepolisian.

“Sebagai bagian dari lembaga penegak hukum, mereka juga wajib dan taat dengan proses penegakkan hukum,” pungkas Arsul. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top