Duuh! Puyeng… Suaminya Suka Gosipin Tetangga Kayak Ibu-ibu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Duuh! Puyeng… Suaminya Suka Gosipin Tetangga Kayak Ibu-ibu

Pria yang tinggal di kawasan Gubeng Kertajaya, Donjuan, 38 ini juga termasuk SSHG alias suami-suami hobi gosip. Lihat tetangga kerja sales katanya omongannya suka ngeles, lihat saudara kerja di bank katanya makan uang haram. Ada orang kerja jadi dosen diplesetin duitnya sak sen omonge sak dus. Pokoknya ada aja yang dikomentarin.

FAJAR.CO.ID, DONWORI, 38 bisa saja digolongkan sebagai suami-suami hobi gosip alias SSHG. Lihat tetangga kerja sales katanya omongannya suka ngeles, lihat saudara kerja di bank katanya makan uang haram. Ada orang kerja jadi dosen diplesetin duitnya sak sen omonge sak dus. Pokoknya ada aja yang dikomentarin. 

Kebiasaan suami ini betul-betul membuat sang istri gemas. “Omongannya itu sudah tidak bisa diatur,” kata Karin di sela-sela gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, kemarin (3/6). 

Kata sang istri, pria yang merupakan warga Gubeng Kertajaya, Surabaya itu adalah biang gosip. Kemampuan menggosipnya, ngalah-ngalahin presenter gossip.

Donwori  pasti tahu perkembangan artis dari pelawak Aming menikah, Mulan Jameela melahirkan anak Dhani dan sebagainya. Karin heran dengan pengetahuan Donwori seputar artis, padahal dia jarang nonton televisi. Mungkin bacanya gosip artis di internet kali!. 

Tak hanya soal artis-artis masa kini, Donwori juga tahu setiap perilaku saudara dan tetangganya. Biasanya sepulang kerja, Karin langsung disuguhi berbagai macam cerita para tetangganya. 

Mulai ada tetangga yang pagi-pagi belum bayar lombok di pasar, anak tetangga bolos sekolah sampai gosip soal tetangga yang diterima kerja di manapun. “Kalau gosip aja tidak masalah. Lha saya sendiri juga hobi gosip, tapi yang tidak enaknya itu mesti ngelokno (menjelekkan orang lain,Red),” kata Karin. 

Misalnya, ada tetangga yang diterima jadi dosen swasta, pasti bilang gajinya sedikit dan terlalu banyak omong kalau di kelas. Kalau sudah demikian, lanjut Karin, Donwori endingnya menuduh dosen itu cari tambahan uang dengan moroti mahasiswa dan dosen lainnya. “Elek thok pikirane,” tandas dia. 

Ibu satu anak itu cukup heran dengan sikap si suami. Donwori itu lulusan perguruan tinggi swasta terbaik di Malang. Tentunya secara akademik cukup pandai dan seharusnya tidak mengurusi orang lain. Sebaiknya, Donwori malah hobi ngrasani orang dan malas bekerja. 

Karena kemalasannya itulah, Karinlah yang harus pontang-panting jadi guru privat dan LBB di Surabaya pusat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. 

Selain itu, Donwori itu termasuk pria sombong. Dia suka ngaku-ngaku punya tambak banyak di Gresik dan Lamongan. Dengan dasar punya tambak banyak itulah, Donwori malas bekerja. 

“Punya sih tapi hanya seperempat hektar. Tidak banyak kok,” kata Karin. Namun, setiap kali bertemu orang, Donwori selalu mencibir pekerjaan orang tersebut. 

“Misalnya tidak usah kerja jadi sales, saya tidur-tiduran begini sudah punya tambak lima hektar,” kata Karin menirukan ucapan Donwori. Padahal, sebaliknya, selama ini Karin yang jadi tulang punggung keluarga. Seringkali orang tua Karin yang memberi uang untuk tambahan kehidupan rumah tangganya. Seperti untuk sewa rumah maupun cicilan mobil. 

“Suami itu juga tidak mau hidup di rumah jelek, mintanya rumah yang sewanya  Rp 30 juta. Lha masak hidupku harus terus-terusan dengan suami aneh. Sudah cukup,” pungkas Karin sembari menulis di formulir gugatan cerai di PA. (umi hany/no)

loading...
Click to comment
To Top