Hartaku Sayang, Nasibku Malang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Samudera Ilmu

Hartaku Sayang, Nasibku Malang

saeee

Segenap pujian milik Allah, seluas semesta nan tak terukur. Yang Maha bersabar dan Maha bersyukur. Dia mencintai si miskin yang bersabar dan si kaya yang pandai bersyukur. Bukan harta pun kedudukan, tapi taqwa adalah bagiNya tolak ukur. Yang tidak dapat dicapai oleh hati yang keras lagi kufur, tapi oleh hati yang lembut antarkan jidat tersujud sungkur.

Sholawat serta salam pada Nabi yang diutus di negeri Haramain. Untuk segenap masyriqain hingga maghribain. Panutan dan teladan sepanjang masa, baik bagi si miskin yang bersabar atau si kaya nan pandai bersyukur. Dialah, Rasulullah Muhammad saw, sebaik-baik makhluk berpekerti luhur.

***

Alkisah, demikian seperti dinukil dari Hilyatul Auliya, suatu ketika Umar bin Khattab tampak termenung. Langkah kakinya mendadak berhenti. Pemandangan di hadapannya itu, benar-benar telah menyusup dan menyentuh hatinya yang bening.

Sampah. Tatapan Umar tepat di atas gundukan sampah. Rupanya seluruh pusat pikirnya lepas. Bau tak sedap di sekelilingnya sama sekali tidak mengusik sang Khalifah kedua ini. Sementara itu, para sahabat yang menemaninya serasa terganggu dengan sampah-sampah tersebut.

“Inilah dunia yang selalu kalian ambisikan dan perbincangkan” Umar membuka suaranya, sembari arahkan pandangannya pada harta manusia yang telah bernasib menjadi sampah itu.

Ya. Dialah sampah, muara dari harta dan dunia yang kita cari dan berambisi sepenuh ubun-ubun karenanya. Hanya sedikit darinya yang kita makan menjadi nutrisi bagi tubuh, sisanya menjadi tinja atau bahkan menjadi racun. Sementara harta perkakas, perlahan seiring waktu akan menghilir pada sampah jua.

Masya Allah, kebeningan hati Umar ketika melewati gundukan sampah itu, telah membuatnya memandang sampah dari sudut yang kebanyakan kita tak pernah melihatnya.

Seperti inilah kesudahan dari dunia yang kita cita-citakan. Beruntung bagi mereka yang mau kekalkan hartanya dengan kebaikan sedekah, infak atau hal lainnya. Sebab ini adalah satu-satunya jalan yang jadikan harta akan tetap ‘’mengkilap’’ tak akan usang. Tetap terpakai dan tak akan terbuang.

Aku terkadang tercengang-cengang dalam diam. Kenapa kita begitu berkeringat menumpuk sampah, sementara bangunan pertama untuk pondasi istana syurga, entah sudah kita rancang atau belum. Kenapa?

Kenapa kita memilih jadi pemulung sampah, sementara kita mampu dirikan istana dari ratna mutu manikam, lagi kekal tak bertandas, kenapa?

Dunia adalah perempuan tua yang buruk rupa lagi memperdaya dan jahat. Begitu kira-kira satu dari sederet permisalan para ulama tentang dunia. Lalu bagaimana bisa si nenek tua ini bisa memperdaya kita hingga terlalai waktu-waktu sholat. Bagaimana bisa, malam-malam kita masih ‘bermesaraan’ dengannya, sementara itu adalah waktu paling indah untuk mendekat pada Allah?

Makan sepenuh lambung dan minum sepenuh mulut, dan berambisi pada dunia sepenuh dada, bukanlah jalan orang-orang yang selamat. Maka sadarlah duhai jiwa, sebelum lembaran kesempatan tertutup tamat. Dan catatan kehidupan menutup riwayat. Atau sangkakala tertiup tandakan kiamat. Atau malaikat maut datang di hari untuk wafat.

Oh, Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dengan hati yang bersih, maka Allah akan membuka jalan bagiNya

Ya Allah….
*****
Wallahu ‘alam.

loading...
Click to comment
To Top