Hok, Baiknya Kurangi Kesombongan yang Tidak Perlu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Hok, Baiknya Kurangi Kesombongan yang Tidak Perlu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu menegaskan, sama sekali tidak memiliki agenda politik tersembunyi di balik langkah menyampaikan secara terbuka kepada publik, terkait materi pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Motif dan tujuan saya sederhana, bukan untuk minta saham, proyek atau kursi ketua umum partai. Tapi untuk mengingatkan Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama,red) pada apa saja yang sudah disampaikan presiden terkait Ahok,” ujar Adian, Rabu (15/6) malam.

Karena itu Adian mengaku tidak ambil pusing dengan pernyataan Ahok yang menyatakan tidak yakin atas informasi yang menyebut Presiden Joko Widodo menginginkannya maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 lewat partai politik.

Demikian juga kalau kemudian Ahok mengaku lebih dekat dengan Presiden Jokowi, menurut Adian hal tersebut sah-sah saja. Namun perlu diketahui, kedekatan bukan berarti memahami. Termasuk memahami fakta bahwa 2010 Jokowi menang 90 persen pada pemilihan Wali Kota Solo, tidak membuat Jokowi menjadi Sombong. Apalagi meninggalkan partai.

“Jokowi juga menang di Pilkada DKI dan menang di pemilihan presiden. Tapi Jokowi tidak pernah tinggi hati lalu menyatakan kemenangannya bukan buah kerja keras partai bersama relawan,” ujar Adian.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, sangat aneh kalau Ahok mengklaim dekat dengan Presiden Jokowi, namun tidak sadar kalau presiden tidak menyukai kegaduhan yang berlebihan tentang apapun. Termasuk gaduh terkait Pilkada dengan komentar-komenta tak produktif yang membabi buta tanpa arah selama berbulan bulan.

“Baiknya Ahok mengurangi kesombongan yang tidak perlu, kalaupun punya puluhan ribu relawan. Tak perlulah bertinggi hati karena berapapun jumlah mereka (relawan,red) tapi tetap saja mereka relawan. Sementara PDI Perjuangan punya jutaan kader yang sudah melewati banyak pahit getirnya politik. Bahkan di Era Orde Baru yang represif sekalipun,” ujarnya.

Adian merasa dirinya justru akan sangat bersalah, kalau pesan presiden terkait keinginannya terhadap Ahok, tidak disampaikan. Karena hal tersebut merupakan amanah.(gir/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top