Karena Ayahnya, RN Pilih Minum Racun Rumput Sampai Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Karena Ayahnya, RN Pilih Minum Racun Rumput Sampai Tewas

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, INHU – Kepergian RN untuk selamanya sungguh mengagetkan warga Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Remaja 14 tahun ini sempat dirawat di RSUD Indrasari Rengat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (13/6). Sehari sebelum tewas, pemuda ini menenggak racun rumput.

Kabarnya, remaja 14 tahun itu menenggak racun pada, Minggu (12/6) sekitar pukul 18.00 WIB. dalam kondisi sekarat, dia dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Indrasari Rengat.

“Kondisinya sempat sekarat dan sempat dirawat di sini,” ungkap petugas IGD dr Krisna seperti dikutip dari Pekanbaru MX (Fajar Grup).

RN minum racun jenis Gromoxone sekitar 200 CC yang ada di kamar mandi. Kuat dugaan, tindakan nekat itu dilakukan lantaran tak terima dimarahi ayahnya MN.

Nn, ibu RN menyatakan, sebelum meninggal putranya sempat meminta maaf. Anak kedua dari lima bersaudara itu mengakui telah minum racun rumput.

“Maafkan semua kesalahan saya karena sudah minun racun rumput,’’ ungkap RN seperti dituturkan Nn.

Insiden itu terjadi sepulang RN dan orangtuanya dari suatu tempat. “Pulang kerja dia langsung saya suruh mandi,’’ tambah Nn.

Saat kejadian, Nn sedang di depan bersama suaminya MN. “Tak lama setelah mandi, RN pun mengaku telah menenggak racun,’’ jelasnya lagi.

MN mengaku, pulang kerja sempat memarahi RN. Bahkan dia menampar kepala RN yang masih tertutup helm. Menurut MN, dia kesal lantaran RN tak kunjung membuka helm setelah tiba di rumah.

“Helm tak juga dilepas meski sudah masuk rumah,’’ sebut MN.

Sebelumnya, MN sudah terlanjur kesal. Sebab jerigen air minum tertinggal di tempat kerja. “Saya marah karena jerigen hilang,” ujar MN terisak. Dia begitu terpukul atas kejadian tersebut.

Setelah dimarahi, RN berdiam menyendiri. Tak lama, datang Nn menyuruhnya mandi. Saat itulah RN diduga nekat menenggak racun di kamar mandi.

Kapolsek Rengat Barat Kompol Franky Tambunan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Mereka bahkan sempat mengawal hingga ke pemakaman. Kasusnya tak diproses lantaran tak dilaporkan.(pmx/ray/jpnn)

To Top