Mantan Ketua KPK Geram dengan Bu Saeni. Ruki: Disana Itu Kurang Tolerannya Dimana? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Mantan Ketua KPK Geram dengan Bu Saeni. Ruki: Disana Itu Kurang Tolerannya Dimana?

Razia penyakit masyarakat (pekat) selama bulan Ramadan yang digelar oleh petugas dari Satpol PP Kota Serang pada Rabu (8/6), menarik perhatian publik dan sejumlah netizen. Pro kontra atas penyitaan barang dagangan milik nenek Saemi (53), pedagang warteg di jalan Cikepuh Pasar Induk Rau (PIR) itu menyeruak ke permukaan publik. Bahkan, hingga pada jajaran pemerintah pusat. (Dok Yan Cikal)

FAJAR.CO.ID, BANTEN – Masalah Bu Saeni, pemilik warteg yang berada di Kota Serang, berbuntut panjang. Klimaksnya Mendagri akhirnya mencabut Peraturan Daerah (Perda) yang bebau Islam.

Menyikapi hal itu, Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki menolak rencana penghapusan Perda No 2 tahun 2010 tentang pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan penyakit masyarakat.

“Masa kecil saya di Banten, dulu azan zuhur mobil itu pada berhenti. Coba lakukan (penerapan peraturan) lebih secara santun dan dinasihati lebih baik, beda tegas dan kasar,” kata Ruqi di acara buka puasa Paguyuban Warga Banten (Puwnten), Jumat (17/06).

Ruki juga tak menaruh simpati kepada Saeni, pemilik warteg yang dirazia Satpol PP beberapa waktu lalu. Saeni dirazia melanggar perda tapi justru mendapat bantuan dari masyarakat di luar Kota Serang.

Menurut Ruki, warung Saeni seharusnya taat pada aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Dia sudah lama membuka warung itu mestinya tau lah aturan sebelumnya seperti apa,” ujarnya seperti dilansir bantenpos.co (Fajar Group).

Pria yang pernah menjadi Komisaris PT Krakatau Steel itu menambahkan, kasus Saeni lebih berbau politis. Ada muatan untuk menghilangkan citra Banten yang sedari dulu dikenal Islami dan toleran.

“Masjid dan gereja di Serang ini, saling berdampingan, lahan parkir gereja penuh masih bisa parkir di halaman masjid. Kurang toleran dari mana? Masyarakat Banten dari dulu itu terkenal toleransi,” ujarnya.

Dia berpesan agar masyarakat pendatang harus bisa menempatkan diri. Sedangkan masyarakat pribumi juga harus bisa bertoleransi. (CR-4/yuz/JPG/fajar)

loading...
Click to comment
To Top