Penyuap Pejabat MA Divonis 3,5 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Penyuap Pejabat MA Divonis 3,5 Tahun Penjara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terdakwa suap terkait kasasi perkara dugaan korupsi di Mahkamah Agung Ichsan Suaidi dan Awang Lazuardi Embat dijatuhkan hukuman pidana penjara masing-masing selama tiga tahun dan enam bulan penjara. 

Direktur PT Citragading Asritama dan pengacaranya itu dinyatakan terbukti menyuap Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata Dan Tata Laksana Perkara Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna dengan uang sebesar Rp 400 juta. 

“Menyatakan terdakwa I Ichsan Suaidi dan terdakwa II Awang Lazuardi Empat terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan pertama,” kata Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/6). 

Selain itu, majelis mewajibkan Ichsan dan Awang membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Vonis itu lebih ringan enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK). Yakni, hukuman pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Ichsan dan Awang dinyatakan terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. 

Dalam menjatuhkan vonis, majelis hakim memiliki pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan Ichsan dan Awang dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan, merusak citra dan wibawa MA.

Ichsan yang sudah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor dalam proyek pembangunan Pelabuhan Labuhan Haji Lombok Timur dengan vonis hukuman lima tahun penjara juga dijadikan sebagai pertimbangan yang memberatkan. Sementara Awang merupakan seorang advokat yang seharusnya menegakkan hukum.

“Hal-hal yang meringankan, para terdakwa berlaku sopan, mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya, dan mempunyai tanggungan keluarga,” ujar Hakim Sigit Herman Winandi.

Majelis hakim menyatakan Ichsan dan Awang terbukti menyuap Andri Tristianto Sutrina dengan uang sebesar Rp 400 juta. Tujuannya, agar Andri mengusahakan penundaan pengiriman salinan putusan kasasi perkara Ichsan supaya tidak segera dieksekusi oleh jaksa. 

Serta, ‎untuk mempersiapkan memori Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara korupsi Proyek Pembangunan Pelabuhan Labuhan Haji di Lombok Timur. 

Terkait putusan itu, Ichsan Suaidi menyatakan pikir-pikir. Begitu pula dengan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang akan pikir-pikir atas vonis tersebut. Sementara terdakwa Awang Lazuardi Embat menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan hakim. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top