Tinggalkan PAN, Seperti Ini Komentar Nur Alam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Tinggalkan PAN, Seperti Ini Komentar Nur Alam

FAJAR.CO.ID, KENDARI — H Nur Alam, Ketua DPW PAN Sultra tiga periode (2000-2016), ternyata sudah enggan bicara soal partai yang dibesarkannya itu. Pasca ditolak DPP PAN untuk menakhodai PAN Sultra, Nur Alam memilih tak mengurusi partai berlambang matahari terbit itu.  Bahkan, ia juga sudah enggan memberi tanggapan kepada awak media terkait dinamika yang terjadi PAN Sultra.

Seperti ketika dimintai komentarnya terkait kepengurusan PAN di Sultra pasca Musda serentak di Baubau, Nur Alam hanya berkomentar singkat. “PAN sudah ada yang urus,” katanya, seraya mengalihkan pembicaraan terkait kinerja pemerintahannya membangun Sultra.

Sebagaimana diketahui, Musda PAN secara serentak yang digelar di Baubau telah menghasilkan 17 nama ketua DPD. Mereka adalah Ketua PAN Wakatobi, Arhawi (Bupati Wakatobi terpilih), Ketua PAN Buton, La Bakri (wakil bupati), Ketua PAN Baubau, AS Thamrin (Walikota Baubaau), Ketua PAN Buton Selatan,  H Satar, Ketua PAN Buton Tengah, Mansur Amila (Penjabat Bupati), Buton Utara (Butur) Ridwan Zakariah (mantan bupati), Muna Baharuddin (mantan bupati), dan Muna Barat Rahmawati Badala.

Kemudian,  Ketua PAN Konawe Kepulauan, Musdar (Ketua DPRD Konkep), Kota Kendari, Asrun (walikota), Konawe Selatan, Nadira SH (Wakil Ketua DPRD Konsel), Bombana Tafdil (bupati), Kolaka Utara, Tasrim, Kolaka, Parmin Dasir (Ketua DPRD Kolaka), Kolaka Timur, Rahmatia, Konawe, Gusli Topan Sabara (Ketua DPRD Konawe), dan Konawe Utara, Raup (wakil bupati).

Enggan Nur Alam memberikan komentar terkait PAN Sultra ini tentu saja menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, rata-rata ketua PAN terpilih itu adalah kader-kadernya. Demikian pula sejumlah pengurus DPW PAN Sultra. Namun, Nur Alam sudah bulat untuk fokus mengurusi pemerintahan dan pembangunan saja ketimbang bicara politik lagi, terkhusus masalah PAN Sultra. (KP)

loading...
Click to comment
To Top