Keempatnya Dijejer. Dua Luka Tembak Dua Lagi Kelihatan Lemas. Mereka itu Perampok Sadis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Keempatnya Dijejer. Dua Luka Tembak Dua Lagi Kelihatan Lemas. Mereka itu Perampok Sadis

FAJAR.CO.ID, PEKANBARU – Empat tersangka perampokan berinisial WO (41), MN (35), NR (46), UM (36) yang dilumpuhkan dengan timah panas diduga kuat sindikat antar provinsi.

Pasalnya selain melakukan pencurian di toko ponsel, para pelaku juga terlibat melakukan perampokan di sebuah ritel Alfamart yang berada di Kecamatan Marpoyan Damai beberapa waktu lalu.

Sementara 4 tersangka diamankan Satuan Reserse Polresta Pekanbaru, Riau, Minggu (19/6) sekitar pukul 13.00 WIb di Kabupaten Kampar.

Empat orang tersangka masing-masing diketahui berasal dari luar Kota Pekanbru, diantaranya dua orang dari Ponorogo (pulau jawa) dan dua orang dari Solok Selatan (sumbar).

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Ady Wibowo menyebutkan, para tersangka tersebut awalnya melakukan aksi perampokan di toko ritel alfamart di wilayah hukum Bukit Raya.

“Mereka menjalankan aksinya pada malam hari, para tersangka ini menggunakan senjata api dalam beraksi,” jelas Waka Polresta Ady Wibowo, seperti dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group), Senin (20/6)

Sementara itu Ady juga menjelaskan bahwa otak pelaku dalam beraksi adalah tersangka NR, tersangka juga terlibat dalam aksi curas brankas di wilayah Bukitinggi, Sumatera Barat beberapa tahun silam.

“Ya, tersangka NR inilah yang memiliki senjata api. Jadi bisa dikatakan pelaku sudah banyak pengalaman melakukan tindak kejahatan,” tuturnya.

Semenatara itu, Ady menyebutkan kemungkinan besar para pelaku terlibat aksi antar provinsi. Sebab, tersangka tidak hanya beraksi di Pekanbaru saja namun juga pernah di beberapa wilayah di luar Pekanbaru.

“Para pelaku bisa saja pelaku tindak kejahatan antar provinsi, sebab sudah pernah beraksi seperti di Bukittingi. Terlebih lagi pelaku juga memiliki senjata api,” ungkapnya.

Disamping itu Ady mengatakan bahwa, sejauh ini para tersangka masih berupaya menakuti korbannya. Para tersangka dari pengakuannya belum pernah menembakkan senjata kepada korban saat beraksi.

“Pengakuan mereka masih dipakai untuk menakuti, kuat dugaan pelaku merupakan sindikat penjahat anatar propinsi,” tutup Waka Polresta Pekanbaru. (Man/ray/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top