MIRIS! Enam Bersaudara Telantar, Hidup Bersama Nenek karena Ortu Pergi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

MIRIS! Enam Bersaudara Telantar, Hidup Bersama Nenek karena Ortu Pergi

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Enam bersaudara yang belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari di Semarang, Jawa Tengah, kini telantar bersama seorang nenek. Mereka tinggal di Jalan Ngumpulsari 12 RT 04/RW 04, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Satu dari enam bersaudara itu adalah bayi enam bulan. Kini, kondisi bayi bernama Putra Kencana itu terganggu karena kurang asupan gizi.

Sedangkan lima saudara lainnya adalah M. Riski Aditya(17), Dina Soraya (15), Nana Hariyana (12), M Rozaq Magrobi (9) dan Tiara Silvani Yasmina (7). Keenam bersaudara itu adalah anak pasangan Haeruddin-Sayati.

Haerudin pergi meninggalkan keluarganya sejak 11 bulan lalu karena untuk mencari pekerjaan. Kabarnya ia bekerja di Banten. Namun, selama itu pula Haerudin tak pernah mengirim uang ke istri dan anak-anaknya.

Berselang beberapa bulan kemudian giliran Sayati yang pergi tanpa pamit. Dugaannya Sayati pergi juga karena impitan masalah ekonomi.

Akhirnya, keenam bersaudara itu tinggal bersama nenek mereka, Sunanti. Sedangkan Riski yang paling dewasa, sementara bekerja serabutan demi menghidupi adik-adiknya.

Kondisi mereka pun membuat tetangga sekitar prihatin. Salah satu warga bahkan mengunggah kondisi keluarga malang itu ke media sosial. Ternyata kabar di media sosial itu terus bergulir sehingga bantuan untuk Riski dan adik-adiknya mengalir.

Salah satu pemberi bantuan adalah Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Minggu lalu (19/6),  Hevearita dengan didampingi Camat Tembalang, Frayarta menyambangi rumah Sumanti.  dan perwakilan Puskesmas setempat.

Sunanti mengatakan, Riski bersama ketua RT setempat sudah mencoba menjemput Haerudin di wilayah Banten. Sedangkan sang ibu, Sayati hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sedangkan Hevearita menepis anggapan yang menyebut keluarga itu hidup telantar. Sebab mereka tinggal berdampingan bersama 3 saudara lainnya di kampung tersebut.

”Hanya saja mereka memang tidak mendapatkan asuhan kedua orang tuanya,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Ita itu.

Menurutnya, jika pihak keluarga memang tak mampu lagi maka Pemkot Semarang akan turun tangan untuk mengasuh adik-adik Riski. “Sudah ada program beasiswa pendidikan, dan layanan kesehatan yang siap meng-cover,” ujarnya.

Namun jika keluarga keberatan, maka Pemkot Semarang akan meminta Haerudin dan Sayati lebih memberikan perhatian terhadap anak-anaknya.(ric/ce1/jpg/ara/jpnn/fjr)

loading...
Click to comment
To Top