6 Kabupaten/Kota Di Sulut Terendam Banjir, 4 Meninggal dan 1 Hilang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

6 Kabupaten/Kota Di Sulut Terendam Banjir, 4 Meninggal dan 1 Hilang

FAJAR.CO.ID, SULAWESI UTARA- Bencana banjir dan longsor kembali terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (21/6) kemarin. Hujan lebat dan gelombang tinggi menyebabkan banjir merendam 6 Kabupaten/Kota.

Data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Utara, bencana banjir dan longsor terjadi di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten dsn Kepulauan Sangihe. Data sementara dampak bencana banjir dan longsor 4 tewas, 1 orang hilang, dan ratusan rumah rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan hingga saat ini gelombang tinggi dan cuaca ekstrem menyebabkan akses laut menuju Kepulauan Sangihe belum dapat dilakukan dengan kapal laut. Komunikasi dengan BPBD setempat juga terkendala sehingga data masih terbatas.

“Kota Manado diterjang banjir, longsor, abrasi dan angin kencang.  Banyak pohon tumbang di jalan. Satu orang tewas saat kendaraannya tertimpa pohon tumbang,” terang Sutopo dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu, (22/6).

“Di Kota Tomohon terjadi bencana longsoran di Tinoor dan beberapa titik di Kota Tomohon. Sedangkan di Kabupaten Minahasa Selatan terjadi bencana gelombang pasang yang mengakibatkan hancur dan hanyutnya perahu motor di Amurang Timur dan juga tanah longsor di beberapa kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan,” imbuhnya.

Sementara itu di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Siau Barat Utara, Desa Kinali, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Timur, dan Kecamatan Siau Barat.

Dikabarkan 23 orang  mengungsi ke Gereja di Desa Mini.  Jembatan Batuawang Kecamatan Siau Timur tertimbun material lahar dingin dari material erupsi Gunung Karangetang sehingga akses ibukota kabupaten ke pelabuhan Ulu-Ulu terputus.

Jembatan Kiawang putus akibat banjir bandang sehingga akses 5 kampung di Kec Siau Barat Utara ke pusat kota atau kabupaten pelabuhan terputus.

Banjir, longsor, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem juga menerjang Kabupaten Kepulauan Sangihe. Daerah berbentuk pulau-pulau kecil di paling utara Indonesia ini aksesibilitas sulit dijangkau dan memang merupakan daerah kepulauan yang rawan bencana.

“Berdasarkan laporan sementara 3 orang meninggal dan 1 orang hilang, ratusan rumah rusak dan longsor terjadi di beberapa titik. Komunikasi sulit dilakukan karena listrik mati,” ujar Sutopo.

Ia  menyampaikan upaya penanganan darurat terus dilakukan. BPBD dibantu TNI, POLRI, SAR, dan masyarakat setempat telah melakukan evakuasi, pendataan dan mendropping logistik berupa makanan siap saji serta peralatan tidur.

Sementara, pendataan masih dilakukan, posko BNPB terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota. Logistik dan peralatan bantuan BNPB di gudang BPBD dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. [ysa]

To Top