Kakak Kandung Bupati SBB Resmi Tersangka. Jaksa Juga Sita 1,307 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Kakak Kandung Bupati SBB Resmi Tersangka. Jaksa Juga Sita 1,307 Miliar

piru
kota piru

FAJAR.CO.ID, AMBON- Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku resmi menetapkan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Benjamina Dortje Puttileihalat alias Lou, sebagai tersangka. Dortje yang merupakan kakak kandung Bupati SBB, Jacobus F Puttileihalat, dibidik jaksa atas kasus korupsi dana kegiatan pembi­naan kelompok kerja guru/musyawarah guru pelajaran dan training of trainers guru dan pengawas untuk kurikulum tahun 2013 di Disdikpora Kabupaten SBB.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulete, penetapan Lou sebagai tersangka setelah tim penyidik melakukan pengembangan ditahap penyidikan dan telah memenuhi dua unsur alat bukti yang kuat.

“Setelah melakukan ekspose bersama Kepala Kejati Maluku Jan S Maringka beserat seluruh jajarannya yang dimulai sejak pukul 18.30-19.30 Wit, maka Benjamina Dortje Puttileihalat alias Lou resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi K13 di Disdikpora Kabupaten SBB,” ucap Samy, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu, 22 Juni 2016.

Selain itu, kata Samy, tim Jaksa penyidik juga menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 1,307 milliar dari tangan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Abraham Tuhanay.

“Untuk Abraham Tuhanay sudah kembalikan uang sebesar Rp 1,307 kepada Jaksa penyidik karena yang bersangkutan (Tuhanay, red) tidak merasa memiliki hak atas uang tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus dana pendidikan di Disdikpora Kabupaten SBB, penyidik Kejati Maluku telah me­ngusut empat kegiatan, yaitu, pembinaan kelompok kerja guru/musyawarah guru pelajaran, kegiatan mutu dan kualitas program pendi­dikan dan pelatihan bagi pen­didik dan tenaga kependi­dikan, sosialisasi kuriku­lum 2013, dan training of trainers guru dan pengawas untuk kurikulum tahun 2013.

Dana yang dialokasikan un­tuk empat kegiatan ini sebesar Rp 49.026.487.040 yang bersumber dari APBN. Dan berdasarkan hasil pemerik­saan BPK dari total dana Rp 49.026.­487.040 itu, ternyata realisasinya hanya sebesar Rp 47.552.395.­757. Sisanya sebesar Rp 2.893.016.000 tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Fransyane Puttileihalat alias Nane yang saat itu menjabat Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten SBB, PPTK Ledrik Sinanu serta bendahara kegiatan, Maria Manuputty.

Dana sebesar Rp 2.893.016.000 yang tidak bisa dipertanggung­jawab­kan itu dengan rincian: pembinaan kelompok kerja guru/musyawarah guru pela­jaran sebesar Rp 754.780.000, kegiatan mutu dan kualitas program pendidikan dan pela­tihan bagi pendidik dan te­naga kependidikan sebesar Rp 597. 290.000, so­sialisasi kurikulum 2013 se­besar Rp 925.300.000 dan training of trainers guru dan pengawas untuk kuriku­lum tahun 2013 sebesar Rp 615.646.000. (RIO/RM/fajar)

loading...
Click to comment
To Top