Mensos Minta Dana PKH Digunakan Baik-Baik, Bukan Untuk Beli Pulsa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Mensos Minta Dana PKH Digunakan Baik-Baik, Bukan Untuk Beli Pulsa

FAJAR.CO.ID, BENGKULU- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meminta agar penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) dapat digunakan dengan baik untuk kebutuhan hidup. Hal ini disampaikan Mensos saat menyerahkan dana PKH kepada penerima di kantor Pos Bengkulu.

Tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) ini berharap agar dana tersebut tidak digunakan untuk membeli pulsa atau hal-hal lain, yang tidak perlu untuk dibelanjakan. Pasalnya dana ini dikhususkan untuk keluarga miskin. Jumlah penerima PKH di Provinsi Bengkulu sebanyak 29.206 keluarga miskin, dengan total Rp 61. 179. 025. 000.

Menurut Mensos, Untuk mendapatkan PKH, ditetapkan syarat kondisional penerima dan diberikan kepada ibu-ibu memiliki bayi, balita atau anak usia sekolah. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat penerima dan dipergunakan sebaik-baiknya.

“Bantuan PKH jangan sampai digunakan untuk membeli pulsa, tapi gunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Kofifah.

Dia mengatakan, peserta PKH yang memiliki anak usia SD mendapat dana Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu dan SMA Rp 1 juta yang dicairkan empat kali setahun.

Kofifah menjelaskan, dana PKH disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) PT Pos, tidak melalui APBD dan Kemensos.

Bantuan ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan, mengurangi angka kematian bayi dan balita serta pengurangan kematian ibu melahirkan.

“Ini adalah usaha pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan. Ketika ibu hamil adalah harus ada tambahan gizi,” kata dia.

Di Provinsi Bengkulu jumlah penerima PKH mencapai 29.208 keluarga dengan anggaran Rp 61 miliar. Sedangkan di Kota Bengkulu sebanyak 5.003 ke­luarga dengan anggaran Rp 10 miliar.

Selain PKH, Mensos juga memberikan bantuan sosial lain­nya. Di antaranya bantuan lanjut usia kepada 600 jiwa dengan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar.

Bantuan beras sejahtera ke­pada 123. 671 keluarga den­gan anggaran sebesar Rp 161.724.566.700. Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kepada 343 kelompok dengan total Rp 6,860 miliar serta ban­tuan kepada disabilitas.

“Bantuan sosial yang kita beri­kan mencapai Rp 238 miliar,” bebernya.

Salah seorang penerima manfaat PKH Deni Itikasari (45) mengatakan, bantuan tersebut sangat menolong keluarganya, terutama untuk membiayai pendidikan empat orang anaknya.

“Setiap pencairan saya dapat Rp 500 ribu lebih dan sekarang masuk tahap dua pencairan,” ucapnya.

Dana tersebut, kata Deni, akan digunakan untuk membiayai anak bungsunya yang akan masuk SD dan membeli perleng­kapan sekolah memasuki tahun ajaran baru. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top