Asyiik! Insentif Ketua RT-RW di Makassar Naik jadi Rp1 Juta/Bulan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Asyiik! Insentif Ketua RT-RW di Makassar Naik jadi Rp1 Juta/Bulan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menaikkan insentif para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), akhirnya direalisasikan. Para ketua RT dan RW yang sebelumnya hanya mendapatkan Rp250 ribu per bulan, kini naik menjadi Rp1 juta/bulan. Pencairannya akan dilakukan sebelum lebaran Idul Fitri.

Tapi jangan gembira dulu. Sebab besaran insentif ini tidak diberikan secara menyeluruh kepada semua ketua RT dan RW. Ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan insentif sebesar Rp1 juta per bulan. Setidaknya ketua RT dan RW harus memenuhi sembilan indikator dan tingkat kinerja yang telah ditetapkan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Andi Muh Yasir menyampaikan hal itu ketika ditemui di sela-sela soialisasi peningkatan kinerja ketua RT dan RW di Hotel Dynasti, Rabu (22/6).

”Para camat, lurah dan LPM melakukan penilaian terhadap kinerja ketua RT dan RW yang ada di wilayahnya,” kata Yasir.

Sembilan indikator yang jadi dasar penilaian, juga disebutkan Yasir. Masing-masing keberadaan Lorong Garden (Longgar) di wilayahnya, dengan menghitung jumlah Longgar yang terbina dan mendokumentansikan kondisinya.

Pelaksanaan program Makassar Tidak Rantasa (MTR), dengan menciptakan kebersihan lingkungan melalui penataan pedagang kakilima (PK5). Melakukan penataan dan pembersihan drainase dengan menjadwalkan kerja bakti. Juga ketaatan warga terhadap pengangkutan sampah disertai papan bicara pengangkutan sampah.

Bank sampah yang terdata, pemilik atau kepala rumah tangganya melakukan pemilahan sampah secara aktif dan menghitung jumlah warga atau kepala keluarga (KK) yang menjadi nasabah bank sampah.

“Selain itu, indikator penilaian lainnya yang harus dijalankan ketua RT dan RW untuk mendapatkan insentif Rp1 juta, yakni melaksanakan retribusi sampah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sombere, Smart Card, administrasi RT dan RW serta control sosial aktivity,” kata Andi Muh Yasir.

Dengan mengontrol sembilan Indikator yang harus dijalankan ketua RT dan RW, maka akan diketahui apakah kinerja mereka meningkat atau sama sekali tidak terlaksanakan dengan baik. Karena itu, para camat diharap dapat lebih terbuka dalam mengontrol kinerja para RT dan RW, untuk kemudian diserahkan ke BPM Makassar.

“Camat nantinya yang akan melaporkan kinerja para RT dan RW kepada BPM Makasssar,” tandasnya. (arf/Bkm/fajar)

loading...
Click to comment
To Top