Dugaan Manipulasi Data KTP TemanAhok Bisa Dibawa ke Ranah Pidana – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Dugaan Manipulasi Data KTP TemanAhok Bisa Dibawa ke Ranah Pidana

AHOK-MARAH-140313c

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Guru Besar Fisip Universitas Indonesia (UI), Muhammad Budyatna, menyikapi dugaan kasus manipulasi dalam kegiatan pengumpulan 1 juta KTP yang dilakukan TemanAhok, bukan hanya dapat menjadi dasar untuk membatalkan pencalonan Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur DKI, tapi juga bisa menyeret mereka ke ranah pidana seperti yang sedang ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Kalau Teman Ahok kena harusnya basuki atau Ahok juga, karena tindakan TemanAhok pasti diketahui oleh dia. Apa mungkin TemanAhok terima uang tanpa restu Ahok? Kan TemanAhok katanya selalu mengabarkan ke Ahok termasuk penjualan kaos dukungan Ahok,” kata Budyatna kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/6).

Bahkan Budyatna melihat nampaknya ini bisa juga cara Ahok untuk meninggalkan “TemanAhok” sebagai pedukung independennya, dan maju dari jalur partai.

“Ini sah-sah saja karena tentunya Ahok akan lebih aman kalau maju dari jalur partai dan Ahok tidak akan kehilangan muka dari TemanAhok,” ujarnya.

Tapi menurut dia, ini bukan lagi sekedar pindah haluan dari independen ke jalur partai, tetapi sudah menjadi masalah kejujuran. Masalah pengumpulan KTP yang dilakukan dengan tidak jujur yang diakui oleh relawan TemanAhok dengan cara membeli copy KTP dari counter penjual kartu HP, mendapatkan dari kelurahan dan juga saling tukar dukungan KTP adalah satu ketidakjujuran Ahok dan TemanAhok.

“Juga masalah dugaan sumbangan 30 Miliar oleh perusahaan-perusahaan pengembang reklamasi. Ini harusnya sudah masuk ranah pidana,” tambahnya lagi.

Budyatna yakin kalau semua ini masuk dan diselidiki secara pidana, maka parpol-parpol yang sudah deklarasi mendukung Ahok, akan mundur dan Ahok pada akhirnya tidak akan bisa mencalonkan diri.

Ketidakjujuran Ahok, menurutnya juga bisa dilihat ketika dia membereskan kawasan lokalisasi Kalijodo dengan alasan ada prostitusi, tapi dia tidak bergerak dan selalu mencari alasan untuk tidak membereskan juga tempat-temoat prostitusi kelas atas.

“Disini terlihat bahwa Ahok tidak berani dengan pengusaha-penguasa hitam itu dan beraninya cuma sama orang-orang kecil di Kalijodo. Kalau gubernur dahulu, mereka nggak berani mengusik pengusaha-pengusaha hitam ini, tapi mereka juga nggak mengusik orang-orang kecil seperti yang di Kalijodo,” tutup Budyatna. (*fj)

loading...
Click to comment
To Top