Meski Ditangkap, Warga Jakut Tetap Tolak Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Meski Ditangkap, Warga Jakut Tetap Tolak Ahok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Sedikitnya ada tujuh orang warga Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut) ditangkap oleh pihak kepolisian saat  melakukan aksi penolakan terhadap Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Penolakan terhadap Ahok terjadi saat dirinya akan meresmikan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan Indah, Jakut. Dari tujuh yang ditangkap polisi itu, ada pentolan Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) dan warga lainnya.

Aktivis AMJU Jamran menegaskan, langkah penangkapan yang dilakukan oleh polisi terlalu berlebihan, pasalnya dalam aksi tersebut banyak warga, aktivis AMJU dan Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) juga menjadi korban, bukan hanya pihak kepolisian.

“Polisi terlalu over protektif. Kalau mereka bilang ada korban di pihaknya, kita juga. Malah salah seorang rekan kita dikeroyok polisi,” terang dia saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (24/6).

Jamran menegaskan, penangkapan tersebut tidak akan membuat pihaknya gentar. AMJU, SPRI dan sejumlah organisasi tetap akan melakukan aksi penolakan terhadap Ahok

“Kita akan lakukan advokasi untuk memperjuangkan kebebasan saudara kita yang ditahan. Kalau polisi bilang ada korban, kita juga ada korban. Semua sudah ada resikonya,” tandasnya.

Saat ini ada 7 orang yang diciduk oleh polisi di waktu dan tempat berbeda. 3 orang ditangkap subuh-subuh, 4 lainnya selepas shalat Jumat. Mereka ditangkap di kediaman masing-masing.

Polisi sebelumnya mengatakan bahwa mereka yang ditangkap diduga provokator dari aksi yang berujung ricuh itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Pihaknya tengah mempelajari rekaman video lain maupun foto yang dimuat media. Hal tersebut bertujuan untuk menangkap pelaku lain yang juga diduga menjadi provokator. [sam]

loading...
Click to comment
To Top