Rampas Pistol Polisi, Pelaku Pencurian Mobil Tewas Ditembak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Rampas Pistol Polisi, Pelaku Pencurian Mobil Tewas Ditembak

tembak_pistol

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Tujuh pelaku pencurian mobil dibekuk Kepolisian Resmob Polrestabes Makassar pada jumat (24/6) sekitar pukul 04.00 Wita.

Ketujuh pelaku pencurian masing-masing, Syarifuddin alias Puddin, Kamaruddin Husain alias Lowa, M Rusno Yasan alias Pencong, Suhaib alias Suaeb, Amir Sukiman alias Sese, Jafar Dg Tompo dan Haeruddin.

Pelaku atas nama Syarifuddin alias Puddin,  merupakan  eksekutor dalam setiap aksi pencurian mobil. Syarifuddin terpaksa ditembak pada bagian betis sebelah kanan dan kiri. Langkah tegas polisi itu dilakukan, karena saat hendak ditangkap, Puddin melawan petugas. Bahkan dia merampas pistol aparat yang hendak menciduknya.

Usai ditembak, Puddin kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun di tengah perjalanan ia meninggal akibat kehabisan darah. Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan tujuh unit kendaraan roda empat. Masing-masing Toyota Avanza DD 444 GZ, Toyota Avanza warna putih DD 1205 LB, Toyota Avanza DP 1291 FC, Toyota Avanza DD 1275 LF, Toyota Agya DD 8124 XY, Daihatsu Xenia DD 935 JM dan satu unit tanpa plat nomor dan sudah dipreteli pada bagian depannya.

Namun kuat dugaan, nomor polisi yang terpasang di mobil tersebut palsu. Indikasi itu dikarenakan banyaknya nomor plat yang ikut diamankan polisi saat penangkapan berlangsung.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartanto kepada wartawan, kemarin menjelaskan, penangkapan kelompok spesialis pencurian mobil di wilayah hukum Polrestabes Makassar dipimpin Kanit Resmob, AKP Edy Sabhara. Para pelaku ditangkap di Kabupaten Jeneponto, setelah sebelumnya polisi menerima informasi dari sejumlah korban yang mobilnya dicuri, bahwa kawanan pencuri itu berada di Jeneponto.

”Laporan dan informasi itu kemudian ditindaklanjuti. Anggota meluncur ke Jeneponto untuk mencari dan menangkap para pelaku pencurian yang sering beraksi di Makassar,” jelas Kapolrestabes.

Biasanya, menurut Kombes Rusdi, para pelaku yang berhasil membawa mobil curiannya, langsung mempreteli alat-alat kendaraan dan menjualnya satu persatu. Tapi ada juga sebagian mobil curian yang dijual secara utuh.

”Dalam aksinya, kelompok ini biasa menggunakan linggis kecil dan obeng. Mereka merusak pintu mobil dan mengutak atiknya. Dalam waktu hanya dua menit, pelaku sudah bisa membawa kabur mobil ke Jeneponto,” terang Rusdi.

Kapolrestabes kemudian menyebut kasus terakhir komplotan ini beraksi di Makassar. Pada tanggal 20 Juni 2016 lalu, kawanan ini mencuri sebuah mobil di Jalan Perintis Kemerdekaan dan di wilayah hukum Polsek Panakkukang. Aksi mereka sudah berlangsung selama enam bulan.

Selain mobil, komplotan ini juga menyasar kendaraan roda dua. Puddin yang tewas ditembak dalam penangkapan ini, diketahui seorang residivis. Dia baru tiga bulan menghirup udara bebas setelah tertangkap dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Niang menambahkan, kasus ini masih dalam pengembangan. ”Kita masih kembangkan kasusnya. Anggota mengejar pelaku lain dan penadahnya di daerah,” jelasnya. Dia mengimbau agar masyarakat berhati-hati memarkir mobilnya di tempat parkir, atau di depan rumah serta garasi. (Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top