Sekitar 200 Orang Datang, Masjid pun Dirusak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Sekitar 200 Orang Datang, Masjid pun Dirusak

36167_54531_Muslim Myanmar 2

FAJAR.CO.ID, BAGO – Konflik sektarian kembali pecah di Myanmar. Gara-gara beda pendapat tentang pembangunan sekolah Islam, dua kelompok warga bentrok di Thuye Tha Mein, Provinsi Bago, Kamis (23/6). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, sebuah masjid di kawasan itu rusak parah. 

’’Sejumlah warga Buddha merusak masjid dan membuat penduduk muslim di sana ketakutan,’’ kata seorang pejabat polisi setempat kemarin (24/6).

Khawatir menjadi sasaran amuk massa yang beringas, warga muslim di wilayah itu terpaksa melarikan diri ke kantor polisi. Terutama perempuan dan anak-anak. Mereka berlindung di sana. Bahkan, mereka menginap di kantor polisi hingga kemarin. 

’’Semua berawal dari perdebatan dua warga yang kebetulan beragama Islam dan Buddha. Pria muslim dan perempuan Buddha itu akhirnya terlibat adu mulut. Warga lantas berdatangan untuk membela si perempuan,’’ terang Hla Tint, pejabat setempat.

Saat itu, imbuh dia, warga yang membela si perempuan lantas terlibat dalam perseteruan. Ujung-ujungnya, para pria itu saling pukul.

Tidak lama kemudian, sekitar 200 pria mendatangi kawasan yang penduduk mayoritasnya muslim tersebut. Mereka langsung menuju masjid yang ada di sana. Tanpa bisa dihalangi, para pria itu merusak masjid.

’’Sebagian masjid rusak parah. Massa juga merusak pagar di makam muslim yang terletak tidak jauh dari masjid,’’ lanjut Hla Tint kepada media. 

Aparat menyatakan bahwa jumlah warga yang menginap di kantor polisi berkisar 70 orang. Tapi, ada sekitar 150 warga lain yang kini dilanda ketakutan.

’’Kami harus bersembunyi karena ada ancaman untuk membunuh muslim. Saya belum pernah mengalami ketakutan yang seperti ini,’’ ungkap Tin Shwe Oo. Dia bertekad tidak akan pulang ke rumah sebelum semua benar-benar aman. 

Kini, masjid yang rusak itu disegel. Kemarin polisi masih menginvestigasi lokasi kejadian. Penyelidikan awal menyebutkan bahwa massa yang merusak masjid itu berasal dari Thayethamin.

Desa terpencil yang mayoritas penduduknya beragama Buddha itu berjarak sekitar dua jam perjalanan darat dari Kota Yangon. Sejauh ini, belum ada satu orang pun yang diamankan polisi. 

’’Semua sudah terkendali. Tapi, kami memang belum menetapkan tersangka,’’ ujar Kolonel Zaw Khin Aung, jubir Kepolisian Nasional Myanmar.

Laporan tentang pelaku pemukulan terhadap pria muslim yang cekcok dengan perempuan Buddha itu juga sedang ditindaklanjuti. Aparat mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpancing rumor agar tidak timbul konflik yang lebih besar.(AFP/Reuters/hep/c17/any/JPG)

loading...
Click to comment
To Top