Bu Janda Ajak Putri Belianya Indehoi Bertiga dengan Pacarnya, Bejat! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bu Janda Ajak Putri Belianya Indehoi Bertiga dengan Pacarnya, Bejat!

FAJAR.CO.ID, SALATIGA – Perbuatan tak terpuji dilakukan oleh kedua pasangan MS dan YK, Selain mereka melakukan hubungan badan, Kedua pelaku juga mengajak salah satu gadis belia yang masih duduk di bangku kelas V Sekolah dasar.

Seperti diberitakan Radar Semarang (Jawa Pos Group/Fajar), MS merupakan warga Pondok Bukit Agung, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Sedangkan YK tinggal di Kudus, Jawa Tengah.

Perbuatan YK dan MS itu sudah seperti film-film dewasa. Istilahnya threesome atau indehoi yang melibatkan tiga orang.

Parahnya, gadis belia yang diajak berbuat mesum itu adalah putri YK sendiri. Sebut saja namanya Yasmin. Usianya sangat belia karena masih duduk di kelas V sekolah dasar.

Tentu saja Yasmin dalam posisi sebagai korban. Bocah polos itu menjadi korban ulah bejat MS yang sebenarnya lebih pantas dipanggil kakek karena umurnya sudah 56 tahun.

Ceritanya begini. Sabtu malam lalu (18/6), YK mengajak Yasmin  ke Salatiga dengan alasan untuk jalan-jalan. Selain itu, YK yang berstatus janda juga berdalih hendak menemui calon suaminya.

Di Salatiga, YK dan Yasmin bertemu MS di daerah Seruni. Selanjutnya, MS mengajak YK dan Yasmin ke sebuah hotel kelas melati di Salatiga.

Ternyata MS dan YK menyewa kamar di hotel kelas melati itu untuk berhubungan. Parahnya, MS dan YK mengajak Yasmin yang masih ingusan  untuk masuk ke dalam kamar dan menyaksikan perbuatan mesum.

Ternyata MS juga ingin menggauli Yasmin. Ironisnya, YK justru tak melawan ketika darah dagingnya akan dijadikan pemuas nafsu pria bejat itu.

YK tak hanya membiarkan keinginan MS. Sebab, YK justru menyuruh Yasmin agar menuruti kemauan MS. Bahkan YK ikut melucuti pakaian putrinya. Duh…

MS pun langsung berupaya melampiaskan nafsunya ke Yasmin. Namun, meski Yasmin tak melawan, YK tak mudah menyalurkan syahwatnya.

Saat itu Yasmin mengeluh kesakitan. Tapi hal itu tak membuat MS surut niat.

MS justru mengajak YK keluar kamar guna menuju apotek terdekat. Tujuannya untuk membeli obat agar Yasmin bisa digauli.

Setelah membeli obat di apotek, MS dan YK kembali masuk ke kamar sewaan untuk menemui Yasmin. Saat itulah MS melanjutkan aksinya menggauli Yasmin di depan YK.

Setelah MS melampiaskan nafsunya, ia lantas tidur. YK dan Yasmin juga tidur di kamar yang sama. Baru keesokan harinya atau Minggu (19/6) mereka pulang ke rumah masing-masing. MS balik ke Semarang, sedangkan YK dan Yasmin pulang ke Kudus.

Tapi, Yasmin yang menjadi korban pemerkosaan mengadu ke tantenya, SY. Kebetulan saat itu SY yang tinggal di Surakarta sedang berkunjung ke Kudus.

Mendengar cerita dari Yasmin yang menjadi korban pemerkosaan, SY pun meradang. Ia lantas melapor ke Mapolres Salatiga.

Polisi pun tak perlu waktu lama untuk membekuk MS dan YK. Keduanya ditangkap secara terpisah di rumah masing-masing.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Salatiga, Ipda Puji Supriyantoro mengatakan, kedua tersangka dijerat pasal 81, 82, Undang-Undang Nomor 35 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan denda hingga Rp 5 miliar,” ujar Puji.(sas/ton/jpg/ara/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top