Pak! Ini Buktinya Kalian Suka Main Kekerasan ke Masyarakat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Pak! Ini Buktinya Kalian Suka Main Kekerasan ke Masyarakat

polisi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) merilis hasil penelitian mengenai korban praktik penyiksaan yang dilakukan oleh anggota TNI, Polri maupun petugas Lapas.

Dalam hasil penelitian tersebut, selama Mei 2015 hingga Mei 2016, terjadi 134 peristiwa praktik penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang dilakukan oleh anggota TNI, Polri maupun petugas Lapas.

Koordinator Kontras, Haris Azhar menjelasakan dari 134 peristiwa praktik penyiksaan, Sumatra Utara menyumbang 19 peristiwa, Jawa Barat 13 peristiwa, 11 peristiwa di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan dan Papua masing-masing delapan peristiwa. Sementara untuk pelaku yang dominan melakukan penyiksaan didominasi oleh Kepolisian RI dengan 91 kasus. Diikuti dengan aparat TNI dengan 24 kasus dan petugas lapas dengan 19 kasus.

“Jika dibandingkan tahun lalu, angka ini mengalami peningkatan signifikan,” ungkap Haris dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6)

Haris menambahkan dari 134 peristiwa kebanyakan korban berusia antara 15-25 tahun dengan jumlah korban sebanyak 260 orang. Lanjut Haris angka tersebut bisa menjadi dinamis dan berlipat karena praktik penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya juga terjadi di lokasi-lokasi yang minim audit. Seperti pusat-pusat penahanan seperti sel kepolisian, lembaga pemasyarkatan dan rumah tahanan.

Lebih lanjut Haris menjelaskan laporan tersebut telah disusun berdasarkan hasil pendokumentasian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, baik melalui lapiran pemantauan dan investigasi kasus, pendampingan hukum terhadap korban dan keluarga korban serta sumber dokumen sekunder lainnya sepanjang Mei 2015 hingga Mei 2016.

“Kita juga menemukan pola-pola umum yang dilakukan pelaku atau institusi pelaku penyiksaan untuk mempersulit pengungkapan kasus tersebut. Seperti intimidasi atau menawarkan sejumlah uang kepada korban dan keluarga korban, penyiksaan untuk melakukan upaya pembunuhan karakter korban untuk melegitimasi perbuatannya,” ujar Haris. [ysa]

loading...
Click to comment
To Top