Fahri Hamzah: Gejala Ekstrim Mulai Mengarah Di Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Fahri Hamzah: Gejala Ekstrim Mulai Mengarah Di Indonesia

lt570639e710c5e

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut Indonesia saat ini mulai mengarah ke titik ekstrim, seperti yang terjadi di beberapa negara barat, Inggris yang menarik diri keluar dari Uni Eropa, sikap pilitisi Amerika Donald Trump, dengan pemikiran yang sangat ekstrim.

Untuk itu, kata Fahri, bangsa Indonesia tetap waspada jika yang normal tidak jalan, maka yang berjalan adalah yang tidak normal.

“Makanya jika Jokowi gagal, maka saya prediksi politik kita akan merindukan orang yang memiliki narasi yang rumit. Hal ini karena kecerdasan publik akan mengantarkan pada kerinduan terhadap orang yang punya narasi yang komplek,” ujar Fahri disela-sela buka puasa bersama wartawan di Gedung DPR, Senin (27/6).

Diungkapkan, ini adalah saat Jokowi sukses dengan menggunakan narasi yang mensiplifikasi masalah, sehingga kalau gagal, publik tidak akan percaya lagi dengan pemimpin seperti ini. ”Kalau sekarang sukses dengan simpilifikasi, maka publik tidak akan percaya, cara kita mendapatkan uang untuk negara semuanya ini simplifikasi,” ungkapnya.

Menurut Fahri, seharusnya demokrasi kita tidak boleh lagi mentolerir simplifikasi, karena yang harus dominan dalam pengambilan keputusan adalah ilmu pengetahuan, jika dominannya itu cuma interest atau  kepentingan pasti disesali.

“itu sudah banyak terjadi di indonesia, kasus keuangan dan politik yang dilakoni secara tertutup dan yang dominan interest atau  kepentingannya daripada pengetahuan. Makanya saya mau mendorong eksekutif  untuk tidak terlalu gampang ambil keputusan yang gampang itu tidak baik,” tegasnya.

Saat ini di dunia muncul kekecewaan-kekecewaan kepada penguasa yang membangkitkan kembali paham ultranasionalisme. Fahri mencontohkan pada Donald Trump dengan pemikirannya yang ekstrim menguasai politik AS, kasus keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan berbagai kasus sejenis yang menjalar di Eropa.

“Karena kekecewaan pada para pemimpin yang sangat berkuasa,muncul paham ultra nasionalis seperti Donald Trump di AS, Jean Marry Lepen di Perancis dan juga kasus sejenis seperti kasus keluarnya Inggris dari Uni Eropa,” jelasnya.

loading...
Click to comment
To Top