Turki – Israel Sepakat, Gaza Segera Dialiri Bantuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Turki – Israel Sepakat, Gaza Segera Dialiri Bantuan

Benjamin Netanyahu dan Tayyip Erdogan

FAJAR.CO.ID, ANKARA – Kebekuan hubungan antara Turki dan Israel selama enam tahun ini cair sudah. Normalisasi hubungan politik maupun diplomatik kedua negara itu diumumkan kemarin (27/6).

Dalam waktu dekat, kedua pihak juga akan bertukar duta besar. Sayang, kedua pihak belum mengungkapkan secara detail isi kesepakatan tersebut. 

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan dengan Turki itu akan membawa dampak yang luar biasa pada perekonomian Israel.

Salah satunya berkaitan dengan eksploitasi gas alam di Israel. Dengan membaiknya hubungan, gas alam yang dihasilkan Israel bisa diekspor ke Turki ataupun dikirimkan ke Eropa via Ankara. 

”Saya pikir, langkah yang paling penting dalam kesepakatan ini adalah menormalkan hubungan,” ujar Netanyahu setelah bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry di Roma. 

Hubungan kedua negara memanas setelah pasukan angkatan laut Israel menyerbu kapal bantuan Mavi Marmara pada Mei 2010. Kapal itu menuju jalur Gaza yang tengah diblokade Israel untuk mengirimkan bantuan.

Serangan ke kapal tersebut mengakibatkan sepuluh aktivis Turki meninggal. Israel memang tidak hanya menerapkan blokade di darat, tapi juga di laut Gaza. Turki kian berang setelah pada 2011 PBB memutuskan Israel tidak bersalah atas serangan tersebut. 

Turki akhirnya mengusir duta besar Israel dan membekukan kerja sama militer. Kedua negara yang sama-sama berbatasan dengan Syria itu mengurangi sharing informasi intelijen dan membatalkan latihan militer bersama.

Turki pun mengajukan beberapa syarat dalam kesepakatan kali ini. Termasuk permintaan maaf dari Israel atas tragedi Mavi Marmara tersebut dan membayar USD 20 juta (Rp 267,7 miliar) untuk korban meninggal dan luka. Israel setuju.

Namun, Turki harus menelurkan UU untuk melindungi prajurit Israel dari tuntutan hukum atas kasus itu.  

Setelah ada kesepakatan baru tersebut, status Gaza tidak berubah. Blokade atas wilayah laut mereka tidak akan dibuka. Namun, jika ingin mengirimkan bantuan, Turki bisa melewatkannya di pelabuhan milik Israel lebih dahulu.

”Ini adalah kepentingan keamanan tertinggi kami. Saya tidak akan mengompormikannya. Ini (blokade laut Gaza, Red) penting untuk mencegah penguatan pasukan Hamas.  Karena itu, kebijakan tersebut tidak akan berubah,” ucap Netanyahu. 

Di lain pihak, PM Turki Binali Yildirim mengungkapkan bahwa sebagian besar blokade di Gaza dicabut dengan adanya kesepakatan antara negaranya dan Israel tersebut.

Dengan demikian, Ankara bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan dan produk-produk nonmiliter kepada Palestina. Rencananya Turki mengirimkan 10 ribu ton bantuan pangan ke Gaza pada Jumat (1/7). Krisis listrik dan air di Gaza juga akan ditangani secepatnya. 

“Saudara-saudara Palestina kami di Gaza telah sangat menderita dan dengan kesepakatan ini mereka bisa sedikit mengambil napas,” tegas Yildirim saat menggelar konferensi pers di Ankara. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah  berbicara lewat telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas terkait perjanjian dengan Israel tersebut pada Minggu malam (26/6). Erdogan memberi tahu Abbas bahwa kesepakatan itu akan meningkatkan situasi kemanusiaan di Gaza. Abbas, tampaknya, puas dengan informasi tersebut. (AFP/Reuters/BBC/sha/c10/any)

loading...
Click to comment
To Top