Ckckck, Beraksi di Luar Negeri, Pencopet Ini Malah Tertangkap di Kampung Halaman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ckckck, Beraksi di Luar Negeri, Pencopet Ini Malah Tertangkap di Kampung Halaman

FAJAR.CO.ID, JAMBI – Kepiawaian aksi jahat Marsudi alias Bet sebagai pencopet di luar negeri akhirnya takluk juga di kampung halaman. Kendati sering lolos dari pengejaran petugas saat beroperasi di Malaysia dan Singapura, warga RT 35 Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura akhirnya takluk di tangan tim Opsnal Polsek Pasar, Jambi.

Penangkapan Bet ini bermula dari aksinya untuk mencopet korban bernama Erna Ruhmayati, warga yang hendak membeli baju lebaran. Namun aksinya diketahui pelaku diketahui warga. Lantas warga memberitahu korban. Korban pun meneriaki pelaku yang sudah keburu kabur.

Beruntung usaha warga itu diketahui oleh tim Opsnal Polsek Pasar yang saat itu sedang patroli di sekitar lokasi kejadian. Setelah terjadi aksi kejar-kejaran, akhirnya pelaku berhasil diringkus berikut dengan barang bukti.

Kapolsek Pasar Jambi, Kompol Ridwan Hutagaol mengatakan pelaku merupakan residivis yang sudah enam kali penah dibekuk oleh Polsek Pasar. Penangkapan kali ini merupakan kali ketujuh.

Tersangka pertama kali ditangkap Polsek Pasar tahun 2004. Kini kembali diringkus Polsek Pasar Jambi setelah beraksi di Pasar Angso Duo, Selasa (28/6).

Lebih jauh Ridwan Hutagaol menuturkan, dari pengakuannya Bet sudah melakoni aksi copet sejak tahun 2000. setiap kali berhasil dipenjarakan, spesilias copet di Pasar Angso Duo hanya menjalani hukuman kurang dari 1 tahun.

“Dia tak ingat lagi berapa banyak korban yang telah dicopetnya,” sebut Ridwan Hutagaol.

Sementara itu Bet mengaku selain menjadi raja copet di Kota Jambi, dia juga pernah beraksi bersama rekannya di Malaysia dan Singapura. Saat itu, dia tinggal di Batam bersama empat rekan pencopetnya. Setiap hari naik perahu ke Malaysia untuk melakukan kejahatan dengan menggunakan kecepatan tangan tersebut.

“Saya pernah nyopet di Malaysia 20 kali dan 10 kali di Singapura,” kata pelaku.

Disebut Bet, beraksi di negara tetangga lebih nyaman karena masyarakat di sana acuh terhadap orang lain. Setiap kali pulang dari Batam Bet selalu membawa uang Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Untuk leluasa keluar masuk antar negara, pelaku menggunakan passpor kunjungan wisata. Atas perbuatannya, dia diancam dengan Pasal 362 tetang pencurian dengan ancaman 9 tahun penjara. (uri/ira/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top